Xbox Game Pass Core Diprotes Gamer, Hilangkan Fitur Penting

Xbox Game Pass Core — Xbox Game Pass sudah lama hadir beberapa tahun lalu dan telah menjadi suksesor Xbox Live Gold sebagai pengganti para pemain ketika akan memainkan sebuah game.

Xbox Game Pass telah merilis beragam game yang akan selalu diumumkan setiap bulannya. Dengan beberapa game yang selalu masuk di setiap bulannya, maka beberapa game baru yang berada pada Game Pass pun juga hadir.

Xbox Game Pass Core Hilangkan Fitur Console Online Multiplayer

Xbox Game Pass Core
Layanan Baru Xbox Game Pass Core

Terlepas dari Game Pass yang telah menjadi favorit banyak orang, sepertinya beberapa gamer protes akan hadirnya update baru dari Xbox Game Pass yang baru saja diumumkan baru-baru ini.

Xbox Game Pass dikabarkan akan mendapatkan pilihan akses baru untuk gamer di tahun ini dengan hadirnya layanan baru bernama Xbox Game Pass Core. Microsoft pun sepertinya akan melakukan ‘suntik mati’ terhadap akses Live Gold dan berfokus pada pengembangan akses baru ini.

Sayangnya, kabar baru ini justru dikeluhkan oleh beberapa gamer diluar sana, terutama pada para pemain yang bermain pada Konsol Xbox. Dikarenakan hal fitur dukungan Online Multiplayer justru tidak hadir pada tier Core daripada pilihan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Xbox Game Pass akan hadir dalam 4 tier yang terdiri dari Consol, PC, Ultimate serta Core yang akan dirilis pada September 2023. Hanya saja, pilihan terbaru ini mengundang banyak perdebatan dikarenakan hilangnya fitur yang diinginkan para gamer.

Pengguna Reddit Keluhkan Fitur Xbox Game Pass Core dan Console
Pengguna Reddit Keluhkan Fitur Game Pass Core dan Console

Di antara kedua pilihan ini, yakni Console dan Core, gamer berpendapat bahwa ini sesuatu yang tidak logis karena gamer menginginkan fitur Online Multiplayer dengan harga sedikit lebih mahal namun tidak hadir pada pilihan tier Console.

Sebaliknya, pada tier Core, gamer bisa mendaptkan akses Online Multiplayer tersebut dengan kekurangannya hanya 25 Game Eksklusif yang bisa hadir pada pilihan tier tersebut. Ditambah dengan harganya yang justru sedikit lebih murah, membuat para gamer kehabisan akal melihat perubahan ini.

Pilihan Game Pass Tier PC dan Ultimate Menjadi Pertimbangan

Tier Game Pass PC dan Ultimate
Tier Game Pass PC dan Ultimate

Tidak menutup kemungkinan beberapa gamer justru akan mengambil pilihan tier PC atau Ultimate jika menginginkan fitur ini. Mungkin saja gamer akan menetap pada tier Console maupun Core di masa mendatang, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi para gamer.

Memang selisih harga diantara kedua tier tersebut tidaklah terlalu besar, namun rasanya tidak masuk akal saja bila Tier Console memiliki kekurangan yang cukup penting bagi para pemain.

Hal ini pun tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada pemain yang bahkan tidak memiliki akses tier yang sama bila ingin bermain secara co-op maupun multiplayer di kemudian hari.

Bagaimanapun juga, para pelanggan Tier Core hanya akan mendapatkan tambahan game baru setidaknya 2-3 kali dalam setahun dan pelanggan Tier Consol akan mendapatkan tambahan game baru setidaknya setiap sebulan sekali. Gamer pun tentu dihadapkan dengan pilihan yang cukup sulit terkait dengan pilihan tier ini.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait dengan Xbox Game Pass atau artikel lainnya dari Lazuardi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah Jadi Standar Verifikasi Terkini

Entertainment Software Rating Board (ESRB) merupakan organisasi yang berasal dari Amerika yang bertugas untuk mengatur batasan usia dan konten pada video game. Kali ini, mereka ingin mencoba hal baru dengan menerapkan fitur pendeteksi wajah yang bakal menjadi standar verifikasi terkini. Wah, seperti apa implementasinya yah, brott?

Alasan di Balik ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah

Pendeteksi Wajah Face Recognition Esrb
Verifikasi yang semakin mudah dengan pendeteksi wajah?

Tentunya akan menarik bila melihat organisasi semacam ESRB inginkan implementasi fitur pendeteksi wajah untuk menjadi standar verifikasi terkini. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk ikuti jejak dari Tencent yang telah implementasikan hal ini lebih dahulu demi membatasi jam bermain gamer cilik.

Melansir PCGamer, demi wujudkan hal tersebut ESRB kinibekerja sama dengan anakan dari Epic Games yang bernama SuperAwesome dan perusahaan yang bergerak di bidang identitas digital Yoti. Kolaborasi antar perusaahaan tersebut hasilkan proposal yang kini ditujukan pada Federal Trade Commission (FTC), namun belum ada balasan.

Kendati demikian, fitur pendeteksi wajah ini masih dalam tahap penyempurnaan, karena sistem yang mereka kembangkan masih belum terlalu bisa mengenali objek dengan terlalu akurat.

Alasan di balik organisasi tersebut inginkan fitur pendeteksi wajah ternyata tidak lain dan tidak bukan untuk meminimalisir potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebut saja di antaranya pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) secara tidak sengaja yang tampak makin marak saja terjadi belakangan ini.

Jaminan Tidak akan Bisa Diakali oleh Gamer Cilik

Gamer Cilik Face Recognition Pendeteksi Wajah
Gak bakal bisa menggunakan gambar ‘diam’

Implementasi fitur pendeteksi wajah yang diberi nama ‘privacy-protective facial age estimation’ tersebut juga dijamin tidak akan bisa diakali oleh para gamer cilik, karena ESRB paham betul gamer cilik kini memiliki bermacam cara untuk dapat mengakali sistem.

Hal ini tampak pada penerapan standar yang ketat untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Di antaranya adalah sistem tidak akan menerima gambar diam, termasuk minimal persyaratan minimal yang dibutuhkan oleh sistem verifikasi yang akan langsung ditolak.

Cara kerja dari fitur ini ternyata cukup simpel. Di mana orang tua cukup mengambil gambar selfie dengan bantuan modul khusus, untuk kemudian dianalisis oleh sistem untuk memastikan gambar yang diambil memang wajah orang tua gamer tersebut. Semua akses akan diberikan setelah sistem berhasil mencocokkan data yang ada.

Bisa Meminimalisir Hal yang Tidak Diinginkan?

Gamer Cilik Topup Game
Bye drama! Tidak ada alasan aneh bin nyeleneh bila kemudahan ini diresmikan

Bila berpedoman pada fitur pendeteksi wajah yang tengah diusahakan oleh ESRB, tentunya ini merupakan hal positif. Di masa depan, besar kemungkinan kita tidak akan lagi melihat drama di mana gamer cilik menghabiskan uang orang tuanya hanya untuk membeli dan top-up game yang umumnya dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

Bila memang organisasi tersebut sukses mengajukan proposal ke FTC, hal selanjutnya yang harus kita perhatikan adalah harga dari modul yang dibutuhkan untuk melakukan proses identifikasi wajah.

Walau tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa dilakukan lalui webcam atau smartphone, namun tidak tutup kemungkinan juga kalau kita diharuskan untuk membeli alat bantu untuk mudahkan proses verifikasi tersebut.

Gimana menurut kalian, brott? Kami merasa implementasi ini tentunya akan meminimalisir drama top-up yang terjadi di dunia game.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah Jadi Standar Verifikasi Terkini

Entertainment Software Rating Board (ESRB) merupakan organisasi yang berasal dari Amerika yang bertugas untuk mengatur batasan usia dan konten pada video game. Kali ini, mereka ingin mencoba hal baru dengan menerapkan fitur pendeteksi wajah yang bakal menjadi standar verifikasi terkini. Wah, seperti apa implementasinya yah, brott?

Alasan di Balik ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah

Pendeteksi Wajah Face Recognition Esrb
Verifikasi yang semakin mudah dengan pendeteksi wajah?

Tentunya akan menarik bila melihat organisasi semacam ESRB inginkan implementasi fitur pendeteksi wajah untuk menjadi standar verifikasi terkini. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk ikuti jejak dari Tencent yang telah implementasikan hal ini lebih dahulu demi membatasi jam bermain gamer cilik.

Melansir PCGamer, demi wujudkan hal tersebut ESRB kinibekerja sama dengan anakan dari Epic Games yang bernama SuperAwesome dan perusahaan yang bergerak di bidang identitas digital Yoti. Kolaborasi antar perusaahaan tersebut hasilkan proposal yang kini ditujukan pada Federal Trade Commission (FTC), namun belum ada balasan.

Kendati demikian, fitur pendeteksi wajah ini masih dalam tahap penyempurnaan, karena sistem yang mereka kembangkan masih belum terlalu bisa mengenali objek dengan terlalu akurat.

Alasan di balik organisasi tersebut inginkan fitur pendeteksi wajah ternyata tidak lain dan tidak bukan untuk meminimalisir potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebut saja di antaranya pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) secara tidak sengaja yang tampak makin marak saja terjadi belakangan ini.

Jaminan Tidak akan Bisa Diakali oleh Gamer Cilik

Gamer Cilik Face Recognition Pendeteksi Wajah
Gak bakal bisa menggunakan gambar ‘diam’

Implementasi fitur pendeteksi wajah yang diberi nama ‘privacy-protective facial age estimation’ tersebut juga dijamin tidak akan bisa diakali oleh para gamer cilik, karena ESRB paham betul gamer cilik kini memiliki bermacam cara untuk dapat mengakali sistem.

Hal ini tampak pada penerapan standar yang ketat untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Di antaranya adalah sistem tidak akan menerima gambar diam, termasuk minimal persyaratan minimal yang dibutuhkan oleh sistem verifikasi yang akan langsung ditolak.

Cara kerja dari fitur ini ternyata cukup simpel. Di mana orang tua cukup mengambil gambar selfie dengan bantuan modul khusus, untuk kemudian dianalisis oleh sistem untuk memastikan gambar yang diambil memang wajah orang tua gamer tersebut. Semua akses akan diberikan setelah sistem berhasil mencocokkan data yang ada.

Bisa Meminimalisir Hal yang Tidak Diinginkan?

Gamer Cilik Topup Game
Bye drama! Tidak ada alasan aneh bin nyeleneh bila kemudahan ini diresmikan

Bila berpedoman pada fitur pendeteksi wajah yang tengah diusahakan oleh ESRB, tentunya ini merupakan hal positif. Di masa depan, besar kemungkinan kita tidak akan lagi melihat drama di mana gamer cilik menghabiskan uang orang tuanya hanya untuk membeli dan top-up game yang umumnya dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

Bila memang organisasi tersebut sukses mengajukan proposal ke FTC, hal selanjutnya yang harus kita perhatikan adalah harga dari modul yang dibutuhkan untuk melakukan proses identifikasi wajah.

Walau tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa dilakukan lalui webcam atau smartphone, namun tidak tutup kemungkinan juga kalau kita diharuskan untuk membeli alat bantu untuk mudahkan proses verifikasi tersebut.

Gimana menurut kalian, brott? Kami merasa implementasi ini tentunya akan meminimalisir drama top-up yang terjadi di dunia game.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Following Feed, Fitur Baru Threads yang Banyak Ditunggu Akhirnya Rilis

Media sosial Threads dari Meta memang belum seumur jagung. Wajar saja kalau banyak pengguna yang masih betah menggunakan Twitter atau X kalau kata Elon Musk. Pengguna biasanya sudah terbuai oleh berbagai fitur yang ada di media sosial milik Elon itu dengan segudang fiturnya.

Belum lagi Twitter (atau X) sudah memoles berbagai fitur yang ada selama belasan tahun lamanya. Threads sendiri memang masih harus meraba-raba, apa saja yang mereka butuhkan untuk membuat pengguna nyaman.

Threads Following Feed Dikenalkan, Tab Baru Khusus Akun yang Kita Ikuti

following feed
Fitur baru

Maka itulah ketika Mark Zuckerberg (melansir dari TheVerge) mengenalkan fitur Following Feed, seketika itu bisa membuat medsos buatannya ini bisa bersaing dengan Twitter. Selama ini, feed hanya berisikan postingan random dari orang atau akun yang tidak kita follow.

Trik ini juga yang dilakukan oleh media sosial TikTok dimana berisikan halaman FYP dan halaman sebelahnya berisikan post lebih personalized; yang di-follow saja. Dengan begini, kita bisa mem-filter postingan tidak penting yang mengganggu pemandangan feed pribadi.

Pengguna Harus Update Aplikasi Mereka ke Versi Terbaru

threads
Media sosial terbaru dari Meta

Untuk bisa menikmati Following Feed, pengguna harus melakukan update aplikasi mereka ke versi 293 di Google Play Store maupun Apple App Store. Nantinya setelah update, kalian akan menemukan tab baru di sebelah kanan atas yang bertulisan Following, dan sebelahnya adalah feed asli bertuliskan For You.

Hanya saja, media sosial yang masih belia ini masih membutuhkan beberapa fitur lagi untuk bisa benar-benar bersaing dengan kompetitornya. Fitur yang mungkin bisa selamatkan Threads dari keterpurukan seperti versi website yang sampai sekarang masih belum tersedia, fitur DM, hingga tab Trending untuk melihat apa yang sedang populer dibahas.

threads twitter
Threads vs Twitter

Sebelum ada fitur-fitur itu, sulit rasanya bagi medsos ini untuk bisa berkembang lebih jauh dan menjadi sejatinya pengganti Twitter (dan bukan X juga maksudnya).


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Fitur Video Message WhatsApp Bakal Dihadirkan

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi instant messaging milik Meta yang paling banyak digunakan di berbagai kalangan. Fitur voice call dan video call sudah ada, ditambah dengan voice message (atau yang lebih akrab disebut ‘VN‘) juga sudah disediakan buat kalian yang ingin ngomong panjang tapi males ngetik.

Ia telah hadir melengkapi fitur – fitur yang diperlukan dalam sebuah aplikasi instant messaging. Dan kali ini, mereka umumkan pula bakal hadirkan fitur video message WhatsApp! Seperti apa cara kerjanya?

Fitur Video Message WhatsApp

fitur video message whatsapp
Fitur baru WA, nih!

WhatsApp akhirnya hadirkan fitur menerima dan mengirim sebuah video message yang berdurasi 60 detik yang akan diproteksi oleh end-to-end encryption milik WhatsApp. Cara kerjanya kurang lebih sama seperti Voice Message atau VN, namun, kali ini kamu bisa sertakan video di dalamnya.

Jadi, ikon yang biasa dipakai untuk mengirim voice message kini juga dijadikan sebagai tombol mengirim video message. Kalian hanya perlu menekannya dan menahan tombol untuk mulai merekam sebagaimana mengirim VN.

fitur video message whatsapp
Video Message di WhatsApp

Dan ketika kamu melepas tombolnya, maka video akan secara otomatis terkirim. Kamu juga bisa swipe up untuk mengunci tombol jadi kamu ga perlu capek – capek menekan tombol terus menerus. Lagi, fiturnya mirip dengan VN.

Video yang dikirim akan secara otomatis terputar dalam keadaan mute di dalam chat. Ketika kamu tap video ketika ia sedang terputar, maka akan secara otomatis mengaktifkan suara dari video message yang dikirim.

Dikabarkan fitur ini akan hadir untuk seluruh pengguna WhatsApp dalam beberapa minggu ke depan. Duh, gak sabar deh pengen coba fitur baru ini!

Norwegia Denda Meta Rp1,5 Miliar per Hari Jika Tidak Atasi Masalah Privasi

Norwegia denda Meta

Permasalahan yang melanda perusahaan Meta belum juga ditemukan duduk perkaranya, ditambah setelah mereka luncurkan Threads sebagai sosial media baru yang lakunya bukan main, namun juga melahirkan banyak penjahat cyber.

Praktiknya dalam melacak pengguna Instagram dan Facebook untuk iklan bertarget mengantarkan Badan Perlindungan Data Norwegia menggelar siaran pers pada hari Senin (17/07) kemarin.

Sebenarnya apa yang terjadi? Langsung intip penjelasannya di artikel ini, brott!


Baca juga informasi menarik Gamebrott terkait Tech atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Opera GX Hadirkan Fitur Fake My History demi Menjaga Privasi

Kalau kita termasuk orang yang takut bila ada orang lain yang mengintip history browser, mungkin akan tenang dengan kehadiran dari Fake My History yang baru-baru ini diluncurkan untuk Opera GX. Wah, gimana dengan cara kerjanya yah, brott?

Demi Menjaga Privasi, Fake My History Kini Diresmikan

Fitur Terbaru Dari Opera Gx Fake My History
Bisa menghapus history browser

Di dunia yang serba digital ini, tentunya privasi adalah hal yang mutlak untuk dimiliki. Oleh karena itu, kehadiran dari fitur untuk menyamarkan informasi yang kita miliki tentunya memiliki nilai yang mahal di zaman ini, terlebih bila diberikan gratis.

Seolah mampu menebak apa yang diinginkan oleh generasi zaman now, Opera GX kini hadirkan fitur Fake My History untuk menjaga privasi data history para penggunanya, setidaknya dari yang kami lansir lalui situs resminya.

Fake My History Opera Gx
Cukup klik kotak di kiri, dan tekan Activate

Di mana cara kerjanya terbilang unik, yaitu bila browser tersebut tidak diakses selama 14 hari, maka secara otomatis fitur Fake My History akan menghapus data history si empunya, memberikan lapisan privasi tambahan.

Jadi, dengan dihadirkannya fitur ini tentunya akan membuatmu setidaknya sedikit lebih tenang bila mana kebetulan kamu tidak bisa membawa PC, entah itu liburan, tugas, dinas, atau hal lainnya, dan tidak ingin orang rumah mengetahui apa yang kamu cari di internet.

Opera GX akan Ubah Isi History dengan Sesuatu yang Terlihat Normal

Perubahan History Dari Fake My History Opera Gx
Bisa mengubah history secara terstruktur

Fitur Fake My History dari browser satu ini juga tidak hanya mampu menghapus data history si empunya, namun juga mampu untuk gantinya dengan kata pencarian yang pastinya terlihat ‘normal’ dan tidak berbahaya.

Misalkan kita dulunya sering mengunjungi situs nackal, dan kita tidak membuka browser tersebut dalam 14 hari, maka secara otomatis browser akan gantikan isi history kita dengan hal-hal yang umum dan tidak mencurigakan, semisal ‘bagaimana cara merakit komputer untuk pemula,’ atau ‘rekomendasi HP 1 Juta’.

Namun, kami tegaskan kembali kalau fitur tersebut baru akan aktif bila browser tersebut tidak kamu gunakan selama kurang lebih 14 hari, brott. Jadi, sebisa mungkin untuk tidak gunakan browser tersebut supaya fitur tersebut akan aktif secara otomatis, dan bukan kebalikannya.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Front Mission 2: Remake Lepas Trailer Baru, Pamerkan Beberapa Fitur Modern

Lewat pagelaran Nintendo Direct di bulan September tahun 2022 lalu, Forever Entertainment bersama Storm Trident mengumumkan game strategi mecha populer Front Mission akan dibawa ke platform gaming modern dalam balutan remake. Namun menariknya, sang developer juga langsung akan hadirkan remake dari Front Mission pertama dan kedua.

Front Mission 1st: Remake sendiri sudah diluncurkan semenjak November tahun lalu dan telah mendapatkan respon yang begitu positif. Sedangkan Front Mission 2: Remake sempat direncanakan rilis di bulan Juni lalu namun mengalami delay sampai waktu yang belum ditentukan.

Walau demikian, sang developer secara berkala tetap bagikan informasi baru akan Front Mission 2: Remake. Setelah sebelumnya pamerkan trailer cerita, sang developer kini luncurkan sebuah trailer anyar yang pamerkan beberapa fitur “modern”. Kamu bisa cek langsung trailernya di bawah ini.

Selain ragam peningkatan secara teknis dan visual yang lebih modern, sang developer juga janjikan deretan musik yang diperbaharui namun tetap menjaga kedigdayaan game klasiknya. Tidak ketinggalan, hadir juga dukungan terhadap sembilan bahasa saat perilisan gamenya.

Belum ada informasi terkait tanggal perilisan Front Mission 2: Remake yang baru, namun gamenya diekspektasikan meluncur terlebih dahulu untuk Switch, kemudian menyusul di platform lainnya.

Front Mission 2 Remake Cutscenes
Front Mission 2: Remake (via Forever Entertainment)

Nah, apakah kamu yang termasuk hype dengan game remake satu ini brott? Yuk, langsung aja share pendapatmu di kolom komentar ya.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Front Mission 2: Remake atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Fitur Baru YouTube Shorts Diluncurkan untuk Kalahkan TikTok di Tahun 2023?

Memperebutkan titel nomer satu di aplikasi yang banyak digunakan tampaknya membutuhkan inovasi tiada henti. Jadi, tidaklah heran bila fitur baru YouTube Shorts diluncurkan, demi memudahkan platform tersebut untuk merebut kursi nomer satu yang diduduki aplikasi TikTok.

Ada 6 Fitur Baru YouTube Shorts yang Diperkenalkan, Apa Saja?

Contoh Fitur Baru Di Youtube Shorts
Bermacam kemudahan yang ditawarkan fitur baru di Shorts

Fitur baru YouTube Shorts yang meluncur dan diperkenalkan baru-baru ini tampaknya merupakan imbas dari persaingan antar dua platform tersebut untuk merebut kursi nomer satu. Alhasil, hal ini membuat pihak YouTube untuk memutar otak bagaimana cara hadirkan fitur menarik untuk menunjang pengalaman user saat gunakannya.

Memudahkan Kreator Untuk Senantiasa Kreatif Hasilkan Konten
Fitur yang mampu memudahkan kehidupan para kreator

Melansir informasi situs resminya, terdapat 6 fitur baru YouTube Shorts yang baru-baru ini diperkenalkan. Semua fitur tersebut ditujukan untuk memudahkan para kreator untuk senantiasa membuat konten yang menarik.

Keenam fitur tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Collab atau Remix, yang bolehkan user membuat video menarik dalam format kolase.
  • Stiker, untuk memudahkan interaksi kreator dan penonton
  • Live, akan bolehkanmu lakukan live dalam bentuk portrait layaknya TikTok
  • Efek, untuk memperkeren video yang kamu upload
  • Shorts Playlist, kemudahan untuk merangkum shorts dalam satu album
  • Rekomposisi, kemudahan untuk merubah posisi video menjadi ala Shorts

Keenam fitur di atas tentunya akan mudahkan para kreator untuk dapat lebih kreatif dalam platform yang dimiliki oleh YouTube, menjadikan YouTube siap untuk adu mekanik untuk memperebutkan kursi nomer satu.

Senjata untuk Kalahkan TikTok?

Konversi Video Youtube Jadi Shorts
Menawarkan kemudahan untuk mengedit

Walau tidak ada pernyataan resmi implementasi fitur baru tersebut untuk mengalahkan kompetitor, namun kami merasa kehadiran fitur tersebut memang dibuat untuk memberikan user kebebasan dalam memilih mana platform yang terbaik dan sesuai.

Salah satu fitur yang keren adalah kemudahan untuk merubah orientasi video dari vertikal menjadi portrait melalui fitur Rekomposisi. Jadi, kreator tidak usah repot untuk edit video dari nol, karena semua kemudahan tersebut kini sudah difasilitasi oleh YouTube, lalui keenam fitur baru YouTube Shorts.

Gimana brott, apakah dengan semua kemudahan yang ditawarkan oleh YouTube ini akan membuatmu lebih memilih Shorts ketimbang kompetitornya? Atau kamu merasa TikTok masih lebih superior ketimbang YouTube? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Microsoft Tidak Sengaja Membagikan Alat untuk Buka Fitur Rahasia Windows 11

Belum lama ini, kami mendapati informasi di mana Microsoft tidak sengaja membagikan alat untuk membuka semua fitur rahasia Windows 11. Konon fitur ini mampu membuka semua fitur yang belum diimplementasikan untuk dapat langsung digunakan tanpa harus menanti lama. Memangnya, apa saja fitur yang ditawarkannya?

Microsoft Tidak Sengaja Bagikan Alat Tersebut

notifikasi windows 11
Microsoft Windows 11

Sebenarnya ada banyak sekali fitur rahasia Windows 11 yang belum kita ketahui. Hal tersebut dikarenakan sistem operasi tersebut belum terlalu populer atau ramai digunakan oleh para user secara umum ketimbang Windows 10.

Namun, hal tersebut berubah ketika Microsoft tidak sengaja membagikan tools atau alat yang bisa membuka fitur rahasia di Windows 11. Nama dari alat tersebut ialah StagingTool.exe, yang sayangnya per artikel ini dibuat, alat tersebut sudah dihapus oleh Microsoft.

Pengumuman Microsoft Windows Insider Preview Build 23516
Tidak sengaja memasukkan link ke dalam pengumuman?

Pada 2 Agustus silam, Microsoft meluncurkan pengumuman terkait Windows 11 Insider Preview Build 23516. Di mana pada bagian ‘Bug Bash’, Microsoft tidak sengaja memasukkan link yang mengarahkan para user untuk dapat mendownload StagingTool.exe yang kami maksud.

Xenopanther Windows 11 Microsoft
XenoPanther

Keteledoran Microsoft tersebut diketahui oleh XenoPanther, di mana dalam cuitannya belum lama ini, di mana alat atau tools tersebut mampu mengaktifkan dan menonaktifkan semua fitur rahasia pada Insider Build yang belum ditujukan untuk umum.

Perintah Dari Stagingtool 1
Contoh perintah untuk StagingTool

Selain mampu mengaktifkan dan menonaktifkan beberapa fitur di Windows 11, terdapat pula fungsi lain dari tools ini, antara lain untuk mengelola bermacam fitur yang masih dikembangkan oleh Microsoft, namun dengan opsi tambahan yang memberikan akses penuh.

Perintah Dari Stagingtool 2
Contoh perintah StagingTool

Tidak hanya itu, StagingTool.exe juga bolehkanmu akses ke semua fitur tanpa batasan apapun secara resmi, hanya dengan bermodal beberapa perintah. Di antaranya Enable, Query, V, Reset, TestMode, Telemetry, SetVariant, Serialize, SetLKG, RestoreLKG, dan Trace yang masing-masing menawarkan fungsinya sendiri.

Jadi, kalau kalian ingin mencicipi fitur terbaru yang dikembangkan oleh Microsoft, kalian bisa coba mengaktifkannya secara manual melalui alat atau tools ini. Namun, kalian harus berhati-hati, karena fitur ini juga mampu merusak sistem operasi yang kalian gunakan bila tidak tepat pemakaiannya.

Auto Dihapus oleh Microsoft!

microsoft akuisisi activision blizzard
Sudah dihapus oleh Microsoft

Walau memang Microsoft tidak sengaja atau teledor memasukkan kemudahan berupa alat atau tools tersebut, namun raksasa tekno itu gerak cepat dan langsung menghapus link dari StagingTool.exe dari peredaran.

Tampaknya Microsoft menyadari kesalahan yang mereka lakukan, dan kini berusaha untuk menghapus alat tersebut, yang menurut kami sayangnya sudah amat sangat terlambat.

Jadi, buat kalian yang penasaran gimana cara kerja dari alat tersebut, mungkin kalian bisa mencarinya di forum atau teman yang mungkin saja kebetulan menyimpan alat tersebut untuk dapat kalian gunakan.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kolaborasi Blue Archive dengan Bank Korea, Ada Fitur Bisa Dimarahi Yuuka

Kartu Kredit Blue Archive Kolaborasi – Kolaborasi adalah menjadi salah satu cara dalam industri video game untuk menarik lebih banyak jumlah pemain. Biasanya kolaborasi dilakukan dengan franchise video game dari developer maupun publisher lain yang turut hadirkan event dan karakter spesial selama event berlangsung.

Namun tidak sedikit pula pihak developer maupun publisher hadirkan sebuah kolaborasi yang unik dan berbeda dengan kolaborasi video game lainnya. Salah satu contohnya ketika kolaborasi Blue Archive dengan perusahaan bank kartu kredit di Korea. Wait, what?

Kolaborasi Blue Archive dengan Bank di Korea Hadirkan Fitur Unik

Blue Archive
Blue Archive

Informasi ini diumumkan sendiri oleh Nexon Games selaku developer di website resminya. Pada website tersebut diumumkan bahwa game Blue Archive berkolaborasi dengan salah satu perusahaan perbankan di Korea dimana menghadirkan kartu kredit dengan tema spesial dari game Nexon Games ini.

Kalian bisa lihat penampilan kartu kredit bertemakan Blue Archive di bawah ini.

Kartu Kredit Blue Archive
Kartu kredit kolaborasi dengan game buatan Nexon Games

Selain itu, terdapat sebuah fitur menarik yang mungkin menjadi salah satu mimpi para Sensei (sebutan Player). Kolaborasi ini memiliki fitur dimana jika kalian sudah menghabiskan uang dengan nominal tertentu, maka ada notifikasi pesan dari Yuuka untuk meingingatkan Sensei jangan suka boros.

Jika nominal pengeluaran semakin tinggi, maka pesan dari Yuuka akan semakin ngegas dan bilang kepada Sensei untuk bersikap dewasa dan lebih bisa mengatur keuangan diri sendiri.

Kalian bisa lihat noitifikasi dari Yuuka dari fitur kolaborasi kartu kredit di bawah ini.

Kolaborasi Blue Archive
Pengen juga dimarahi sama Yuuka Paha 100kg

Tentu saja pengumuman ini membuat para Sensei di luar Korea menjadi salty. Kapan lagi coba kalau kalian baru saja jajan dengan nominal besar terus dimarahi sama Yuuka.

Meme Alice Usagi Flap Berhasil Bikin Channel Youtube Max0r Ikut Ketagihan

Meme Alice Dance
Meme Alice Dance

Berbicara mengenai Blue Archive, baru-baru ini diketahui pemilik channel Youtube Max0r mengungkap bahwa dirinya ketagihan dengan meme Alice Dance dengan lagu Usagi Flap. Dia mengatakan meme tersebut seakan-akan berusaha mencuci otaknya meskipun Max0r sendiri tidak memainkan gamenya.

Kok bisa begitu? Baca selengkapnya melalui artikel Gamebrott di sini.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Blue Archive atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].