Capcom Ungkap Deretan Karakter Street Fighter 6 Terpopuler Saat Ini

Sukses mendulang ragam respon yang begitu positif tentu menandakan bahwa Street Fighter 6 berhasil mengembalikan kepercayaan fans terhadap franchise game gelut besutan Capcom tersebut. Dan sang developer pun tentu masih going strong mendukung keberlangsungan gamenya untuk waktu yang tidak sebentar.

Satu hal yang cukup menarik, sebelumnya Capcom sempat mengungkapkan deretan karakter Street Fighter terpopuler di Jepang. Dan baru-baru ini pun developer asal Jepang tersebut juga ungkap deretan petarung populer pilihan pemain global. Kamu bisa cek langsung di bawah ini.

Capcom Street Fighter 6 Popularity
Deretan karakter Street Fighter 6 terpopuler bulan Juni (via Capcom)

Hal ini disampaikan langsung lewat akun Twitter Street Fighter global, dimana kepopuleran penggunaan karakternya dibagi dalam tiga bagian Rank; Rookie, Iron sampai Gold, serta Platinum hingga Master.

Jika membandingkan dengan server Jepang, deretan karakter populernya tidaklah berbeda jauh, namun sosok Cammy lebih populer daripada Juri di server global. Walau demikian, wanita petarung asal Britania Raya tersebut tetap bukan pilihan di permainan Rank tinggi, sehingga agaknya bisa diasumsikan karakter Cammy sendiri lebih populer untuk pemain yang cenderung bermain secara casual.

Perlu diingat juga tentunya bahwa data di atas hanyalah untuk bulan Juni, sehingga untuk bulan berikutnya mungkin saja ada akan ada perubahan, terutama jika ada karakter baru atau penyesuaian karakter.

Street Fighter 6 telah tersedia untuk platform PC, PlayStation 4, PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Street Fighter 6 atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Telah Lama Kerja Sama, Akhirnya Capcom Akuisisi Swordcanes Studio

Kegiatan pengakusisian studio yang dilakukan developer bukan lagi kegiatan yang asing di kancah gaming. Seperti yang dilakukan oleh Microsoft yang mengakuisisi Activision Blizzard, atau developer game mobile seperti NetEase yang sudah mengakuisisi banyak sekali studio lain.

Tampaknya, Capcom juga ikut dalam kegiatan ini dimana ia umumkan pengakuisisian studio baru. Dan daripada mengakuisisi studio besar, mereka justru menarik studio kecil yang dikabarkan telah lama menjadi partner.

Capcom Akuisisi Swordcanes Studio

capcom akuisisi swordcanes studio
Pengakuisisian setelah lama kerja sama untuk Street Fighter 6

Sebuah pengumuman resmi dari Capcom telah ungkapkan pengakuisisian Swordcanes Studio yang secara resmi menjadikan studio animasi itu menjadi sebagai anak perusahaan Capcom. Melalui pengumumannya, mereka telah membayar sebesar 8 juta Yen atau setara dengan Rp. 865.623.128

Mungkin tidak banyak penggemar yang tahu mengenai Sworcanes Studio yang mana sebenarnya sudah banyak berkontribusi terhadap beberapa game besar milik Capcom. Beberapa tahun ini, Swordcanes membantu bagian animasi untuk game Street Fighter 6 dan Monster Hunter Rise.

capcom akuisisi swordcanes studio
Biayanya sebesar 8 juta Yen!

Pengakuisisian ini diikuti dengan kuatnya perilisan Street Fighter 6 yang merupakan hasil kolaborasi dari keduanya. Street Fighter 6 sendiri bakal pecahkan rekor di Steam untuk jumlah pemain di game fighting dan dilaporkan telah terjual sebanyak 2 juta unit hanya dalam satu bulan.

Pengakuisian ini diharapkan akan membawa keduanya serta game yang mereka kerjakan bersama menjadi produk hiburan yang jauh lebih baik.

Capcom Ungkap Deretan Karakter Street Fighter 6 Terpopuler Saat Ini

karakter street fighter 6 terpopuler
Karakter Street Fighter 6 Terpopuler Saat Ini

Sukses mendulang ragam respon yang begitu positif tentu menandakan bahwa Street Fighter 6 berhasil mengembalikan kepercayaan fans terhadap franchise game gelut besutan Capcom tersebut. Dan sang developer pun tentu masih going strong mendukung keberlangsungan gamenya untuk waktu yang tidak sebentar.

Satu hal yang cukup menarik, sebelumnya developer sempat mengungkapkan deretan karakter Street Fighter terpopuler di Jepang. Dan baru-baru ini pun developer asal Jepang tersebut juga ungkap deretan petarung populer pilihan pemain global.

Kamu bisa cek langsung di artikel ini ya, brott!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Pimpinan Capcom Tolak Akuisisi Microsoft Secara Sopan Jika Terjadi

Bocoran dokumen Microsoft menjelaskan banyak informasi mengenai rencana – rencana yang akan dilakukan perusahaan ini. Mulai dari rencana konsol baru, hingga target untuk akuisisi.

Cukup banyak perusahaan yang menjadi target Microsoft seperti Sega, Square Enix, Nintendo, dan juga Capcom. Perusahaan game dibalik Resident Evil dan Street Fighter ini dianggap sebagai target akuisisi. Tapi, apa reaksi Capcom jika hal tersebut terjadi?

Pimpinan Capcom Tolak Akuisisi Microsoft Secara Sopan

Capcom Saat Ini Sedang Naik Daun
Capcom Saat Ini Sedang Naik Daun

Informasi ini didapat dari Interview COO Capcom yaitu Haruhiro Tsujimoto dengan Bloomberg pada acara Tokyo Game Show 2023. Tsujimoto ditanya mengenai kemungkinan jika akuisisi tersebut terjadi.

Menariknya, Tsujimoto menjawab bahwa dirinya akan menolak secara sopan tawaran tersebut karena ia percaya lebih baik jika kedua pihak merupakan partner yang seimbang. Tentunya hal ini adalah pernyataan yang sangat profesional.

Penolakan tersebut tentunya tidak tanpa alasan. Saat ini, Capcom memang sedang berada di posisi yang sangat baik dan saham mereka sendiri juga cukup tinggi. Hal ini karena belakangan, game – game yang mereka rilis mendapat respon yang positif.

Selain tidak tertarik untuk diakusisi, Tsujimoto juga mengungkapkan bahwa Capcom sendiri juga saat ini masih belum tertarik untuk mengakuisisi perusahaan – perusahaan game lain yang ada.

Pimpinan Capcom Pilih Perkembangan Organik dari Dalam

Fokus Pengembangan Dari Dalam
Fokus Pengembangan Dari Dalam

“Menurut saya sangat banyak pembicaraan mengenai merger dan akuisisi pada industri game”, ungkap Tsujimoto ketika membahas maraknya perusahaan yang diakusisi belakangan ini.

“Ada saat dimana kami menjadi targetnya, namun daripada mengakuisisi perusahaan luar, kami lebih memilih perkembangan organik. Sangat penting untuk melatih dan mengembangkan sumber daya manusia dari dalam untuk strategi pengembangan. Saya juga percaya bahwa kami dapat menggunakan partner luar, namun kami tida memiliki niat untuk mengakuisisi perusahaan”, lanjutnya.

Selain Tsujimoto, pimpinan Sega yaitu Shuji Utsumi juga menjelaskan bahwa perusahaan mereka saat ini tidak dijual. Dan mungkin ini menjadi jawaban juga bahwa mayoritas perusahaan game di Jepang tidak tertarik untuk diakusisi.

Saat ini, Microsoft sendiri sudah sangat dekat untuk menyelesaikan proses akuisisi Activision Blizzard setelah CMA Inggris menyetujui proses tersebut. Namun dengan banyaknya target yang akan perusahaan tersebut lakukan, sepertinya Microsoft belum tidak akan berhenti.


Baca juga informasi Gamebrott menarik lainnya terkait Microsoft atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Pimpinan Capcom Ungkap Harga Game Saat Ini Terlalu Rendah

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh pihak Capcom mengenai Industri Game dari beberapa Interview pada acara Tokyo Game Show 2023 kemarin. Hal ini disampaikan langsung oleh Haruhiro Tsujimoto yang merupakan COO dari perusahaan tersebut.

Selain menolak secara sopan mengenai tawaran akuisisi dari Microsoft jika terjadi, Tsujimoto juga membahas perihal harga game yang dijual saat ini. Komentar Tsujimoto ini didapat dari laporan Nikkei.

Alasan Pimpinan Capcom Ungkap Harga Game Saat Ini Terlalu Rendah

Game Game Capcom Masih Menggunakan Harga 60 Dollar Us
Game Game Capcom Masih Menggunakan Harga 60 Dollar Us

Tsujimoto berfikir bahwa harga game dapat naik dari harga saat ini. Hal ini ia sampaikan pada acara TGS yang juga disponsori oleh Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) dimana dirinya merupakan pimpinan asosiasi tersebut.

“Menurut pribadi saya, saya rasa harga game saat ini terlalu rendah”, ungkap Tsujimoto mengenai meningkatnya biaya pengembangan dan kebutuhan untuk menaikkan gaji pengembangan.

“Biaya pengembangan saat ini sekitar 100 kali lebih banyak daripada saat era Famicom, tapi harga software tidak meningkat hingga sebesar itu”, jelasnya. “Juga kebutuhan untuk menaikkan gaji agar bertujuan menarik talenta. Melihat gaji meningkat dalam industri secara keseluruhan, menurut saya meningkatkan harga unit adalah model bisnis yang sehat”, lanjut Tsujimoto.

Capcom sendiri adalah salah satu publisher yang belum mengikuti tren harga game 70 Dollar US sebagai standar. Buktinya, game – game mereka yang rilis pada tahun ini semuanya masih menggunakan harga 60 Dollar US.

Dengan adanya komentar ini, Capcom mungkin saja mempertimbangkan untuk meningkatkan harga game yang mereka jual menjadi 70 Dollar US cepat atau lambat mengikuti tren pasar.

Harga 70 Dollar US Mendapat Kritik oleh Fans

Harga Terkadang Tak Sebanding Dengan Kualitas
Harga Terkadang Tak Sebanding Dengan Kualitas

Meningkatnya harga menjadi 70 Dollar US ini sangat dikritik oleh para fans. Terutama beberapa waktu yang lalu dimana Mortal Kombat 1 versi Nintendo Switch menggunakan harga tersebut.

Dengan menggunakan harga standar baru ini, para fans menganggap game tersebut adalah sebuah “perampokan” karena versi Switch mengalami beberapa kendala meskipun dijual dengan harga game “premium”.

Namun memang cepat atau lambat, standar harga game akan meningkat karena beberapa faktor yang dijelaskan oleh Tsujimoto tadi. Jadi, tidak aneh rasanya jika kedepannya harga standar sebuah game adalah 70 Dollar US.

Di kesempatan lain, Tsujimoto juga memberikan pernyataan bahwa Capcom secara sopan menolak akuisisi apapun dari Microsoft karena mereka ingin kerja sama yang seimbang dan memilih perkembangan secara organik dibanding akuisisi.


Baca juga informasi Gamebrott menarik lainnya terkait Capcom atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Capcom Umumkan Adaptasi Serial Anime Devil May Cry Baru

Sudah sekitar empat tahun berlalu semenjak seri Devil May Cry yang kelima meluncur. Fans tentu bertanya-tanya apakah seri game hack and slash besutan Capcom tersebut akan mendapatkan kelanjutannya.

Walau tidak bisa dipungkiri bahwa Capcom sendiri agaknya tengah sibuk dengan franchise Resident Evil dan beberapa proyek lain, baru-baru ini sang developer tetiba umumkan adaptasi anime Devil May Cry baru yang akan tayang dalam format serial televisi di Netflix.

Tanpa berlama-lama, kamu bisa cek video teaser-nya di bawah ini.

Sebagai informasi tambahan, pengumuman ini merupakan bagian dari acara livestream Netflix DROP 01, di mana mereka pamerkan ragam tayangan animasi yang akan hadir di Netflix pada waktu mendatang.

Tidak dijelaskan apakah adaptasi anime Devil May Cry ini akan mengambil alur cerita dari game-gamenya atau membawakan sesuatu yang baru akan petualangan Dante sebagai Devil Hunter. Namun jika dilihat dari desain di teaser-nya, agaknya fans bisa mengekspektasikan aksi Dante muda seperti di gamenya yang ketiga.

Lebih lanjut, adaptasi animasi Devil May Cry ini ditangani oleh Studio Mir. Beberapa portofolio studio asal Korea Selatan tersebut meliputi Legend of Korra, The Boondocks, Dota: Dragon’s Blood, The Witcher: Nightmare of the Wolf, serta yang populer baru-baru ini berkat karakter tomboynya — Lois Lane di My Adventures With Superman.

Lois Lane My Adventures With Superman
Lois Lane di My Adventures With Superman (via DC Entertainment)

Belum diungkapkan tanggal pasti penayangan adaptasi anime Devil May Cry tersebut, namun dikabarkan serial televisinya ini akan miliki delapan episode dan kemungkinan besar tayang secara ekslusif di Netflix.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Devil May Cry atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kelompok Hacker yang Bobol Capcom Akhirnya Telah Ditangkap

Hacker Capcom – Ragnar Locker Ransomware Group merupakan salah satu kelompok hacker paling berbahaya. Mereka dipercaya sebagai otak dibalik serangan pada sekitar 200 perusahaan international di 2020, termasuk Capcom. Bagi yang ketinggalan, merekalah yang membocorkan Street Fighter 6 dan Resident Evil 4 Remake, yang mana kala itu masih dikembangkan.

Selain itu, Capcom juga mengonfirmasi bahwa Ragnar Locker Ransomware Group tidak hanya mencuri dan membocorkan laporan penjualan, data finansial dan data rahasia perusahaan, tapi juga informasi personal karyawan dan kustomer.

Ragnar Locker Ransomware Group, Kelompok Hacker yang Bobol Capcom Telah Ditangkap

Kelompok Hacker yang Bobol Capcom
Kelompok Ragnar Locker Ransomware yang dulu pernah bobol data Capcom diketahui telah ditangkap

Kini setelah tiga tahun sejak kejadian itu, Europol dan The European Agency for Criminal Justice Cooperation menangkap Ragnar Locker Ransomware Group dalam operasi internasional bersama. Dilansir dari pernyataan resmi Europol, pihak berwajib berhasil menangkap target kunci dari kelompok hacker tersebut di Paris, Perancis dan sedang menggeledahnya rumahnya di Ceko.

Selain itu, aparat penegak hukum juga mewawancarai lima tersangka lainnya di Spanyol dan Latvia. Lalu, Europol juga berhasil membawa pelaku utama yang diduga sebagai pemimpin kelompok ini, ke hadapan hakim pemeriksa di Pengadilan Yudisial Paris.

hacker gunakan chatgpt
Hacker

Operasi internasional gabungan Europol merupakan hasil dari investigasi French National Gendarmerie yang bekerja sama dengan otoritas penegak hukum dari Ceko, Jerman, Jepang, Latvia, Belanda, Spanyol, Swedia, Ukraina dan Amerika Serikat.

Diharapkan Bisa Jadi ‘Pesan Kuat’ Bagi Kelompok Hacker Lainnya

Kelompok Hacker yang Bobol Capcom
Jadi ‘pesan kuat’ bagi kelompok Hacker

Kepala European Cybercrime Center di Europol – Edvardas Sileris mengatakan bahwa terlepas dari pencegahan dan keamanan yang meningkat, kelompok hacker akan terus berinovasi dan menemukan korban baru. 

Namun, ia berharap jika penangkapan Ragnar Locker Ransomware Group akan mengirimkan “pesan kuat” kepada kelompok hacker lainnya yang merasa jika mereka bisa terus melakukan serangan tanpa adanya konsekuensi.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Capcom atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].