Overwatch 2 Resmi Tuju Steam, Game Blizzard Lainnya Menyusul

Overwatch 2 Steam – Overwatch 2 belakangan ini sering menjadi sorotan akibat sejumlah kontroversi yang mengherankan. Meski tetap mendapat kesuksesan, namun hal tersebut tak mampu membuatnya terhindar dari berbagai perkara yang terus terjadi semenjak game dirilis pada tahun 2022 lalu.

Overwatch 2 Resmi Tuju Steam, Disusul dengan Game Lainnya

Overwatch 2 Resmi Tuju Steam 2
Otw ke Steam juga

Kali ini, Blizzard Entertainment selaku developer kembali dengan keputusan yang mengejutkan. Baru saja dikabarkan bahwa Overwatch 2 bakal rilis melalui platform Steam untuk pertama kali, yang nantinya akan disusul oleh game lainnya.

Developer Blizzard Entertainment baru saja mengumumkan secara resmi bahwa game Overwatch 2 siap hadir di platform Steam. Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2023 mendatang. Saat ini game sudah miliki halaman Steam Page tersendiri yang masih berstatus “Coming Soon”.

Kehadiran game di Steam juga akan mendapatkan fitur-fitur khusus seperti achievement, invite teman melalui Steam Chat serta sistem crossplay dengan para pemain di platform Battle.Net. Meski begitu, pemain di platform Steam masih harus tetap memiliki akun Battle.Net untuk menjalankan game.

Overwatch 2 Steam
Ada alasan tertentu kenapa game ini akan rilis juga di Steam

Melalui situs resminya, Blizzard ungkap bahwa alasan game masuk Steam adalah berkat evolusi industri video game. Mengingat saat ini ketersediaan game sudah mulai meluas secara pesat, developer memutuskan untuk memecah tradisi demi memperluas jangkauan pemain dan tidak terikat dengan satu platform saja.

Tak hanya Overwatch 2, namun developer juga berencana bakal melepas game-game lainnya melalui Steam di masa mendatang. Namun saat ini belum diketahui game apa saja yang akan rilis di platform garapan Valve tersebut.

Microsoft Sebut Keputusan Tarik Call of Duty dari Steam Adalah Kegagalan Besar

Overwatch 2 Resmi Tuju Steam 3
Microsoft Sebut Keputusan Tarik COD dari Steam Adalah Kegagalan Besar

Alasan lainnya sekuel Overwatch rilis di Steam kemungkinan akibat penyesalan developer akan game Call of Duty. Calon pemilik perusahaan Activision Blizzard yakni Microsoft mengaku bahwa ditariknya game Call of Duty dari platform Steam adalah kesalahan besar.

Sedangkan untuk Overwatch 2, belakangan ini game mendapat reputasi yang kurang baik di kalangan fans. Banyak gamer kecewa akibat dibatalkannya story mode, yang awalnya dipromosikan sebagai fokus utama dalam sekuel keduanya tersebut.

Namun kekecewaan fans sepertinya tidak membuat developer menyerah. Blizzard masih berencana untuk merilis konten PvE story mission melalui Invasion Bundle, meski konten tersebut tidaklah gratis dan baru akan dirilis setidaknya mulai tahun 2024 mendatang.


Baca juga artikel-artikel Gamebrott lainnya terkait Overwatch 2 serta berita terkini lainnya dari Lauda Ifram. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Masa Depan Overwatch League Terancam Tutup, Activision Blizzard PHK Pegawai Divisi Esports

Overwatch League Terancam Tutup – Meskipun sedang dalam proses akuisisi oleh Microsoft, sepertinya Activision Blizzard terindikasi akan melepas divisi Esports mereka. Baru – baru ini, perusahan tersebut telah melepas 50 pegawai divisi tersebut.

Pengembang game Overwatch ini juga sedang mempersiapkan perubahan besar untuk Overwatch League (OWL) dimana akan mengakhiri sistem franchise kota yang selama ini berjalan.

Overwatch League Terancam Tutup?

Overwatch League Terancam Tutup Activision Blizzard Phk 50 Pegawai
Overwatch League Terancam Tutup?

Pegawai divisi Esports diinformasikan beberapa waktu lalu. Dilansir dari The Verge, Salah satu pegawai divisi tersebut mengatakan PHK ini datang secara tiba – tiba dan OWL serta World Series Warzone terancam tutup.

Sebelumnya, Activision Blizzard juga melepas sekitar 50 pegawai dari divisi tersebut pada bulan Maret 2021 lalu. Menurut sumber yang merupakan mantan pegawai perusahaan tersebut, Activision Blizzard mungkin saja akan melepas Divisi Esports seutuhnya.

Activision Blizzard juga beberapa waktu lalu melakukan rapat keuntungan dan laporan rapat tersebut rilis dimana akan ada perjanjian baru untuk tim – tim Overwatch League.

Tim – tim yang mengikuti liga franchise Overwatch ini nantinya akan melakukan voting untuk keberlangsungan liga tersebut. Jika Tim tidak memilih untuk melanjutkan liga, maka Biaya pemutusan akan dibayarkan kepada Tim tersebut sebesar 6 Juta USD.

Biaya yang akan dibayarkan oleh perusahaan ini terlihat cukup rendah karena sebelumnya, harga spot untuk liga ini berkisar di sekitar 20 Juta USD dan sempat naik ke 30 Juta USD untuk tim yang bergabung pada Season 2 pada tahun 2019.

Kepopuleran Overwatch League Semakin Menurun

Kepopuleran Overwatch League Semakin Menurun
Kepopuleran Overwatch League Semakin Menurun

Meskipun pada awalnya franchise ini sangat kuat dan populer, namun Overwatch League semakin lama semakin terguncang kestabilannya. Hal ini dikarenakan pandemi yang terjadi pada tahun 2020.

Akibat hal tersebut, format liga yang awalnya offline menjadi online dan membuat pemasukan tim – tim menjadi menurun karena tidak adanya pertandingan offline. Namun ketika pertandingan offline kembali pada 2021, tidak banyak yang berubah dari segi keuntungan.

Selain itu, OWL yang berpindah platform dari Twitch ke YouTube juga membuat jumlah penonton sangat menurun. Skandal – skandal lainnya juga membuat beberapa sponsor berhenti mendukung liga tersebut.

Overwatch 2 dan game – game Blizzard lain juga sekarang tidak tersedia lagi di Cina karena kerja sama telah berakhir dengan publisher NetEase sehingga ekosistem liga tersebut semakin menurun dimana tim – tim dari Cina tidak mengikuti liga lagi.

Beberapa pemilik tim OWL juga mengklaim bahwa mereka tidak mendapatkan keuntungan lagi dari liga tersebut. Dengan berbagai faktor tersebut, bisa saja liga ini akan tutup dalam waktu dekat.

Namun bisa saja ekosistem esports game Overwatch dapat berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya jika hasil voting dan perubahan sistem yang direncanakan dapat diterapkan. 


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Game Android atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

CEO Ubisoft Sebut Akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft Adalah Berita Baik

Persoalan akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft tampaknya memang tinggal menunggu waktu saja sampai berhasil dilaksanakan. Karena Microsoft tinggal menunggu hasil sidang di Inggris Raya setelah kemarin keputusan pengadilan Amerika menyetujui merger senilai $68,7 miliar ini.

Keputusan ini tentu berdampak langsung pada skema gaming setelahnya dan berbagai pihak dari publisher lain seperti diberikan lampu hijau untuk mengakuisisi perusahaan game. Salah satunya adalah Ubisoft, dimana CEO dari perusahaan tersebut mengungkapkan kalau akuisisi ini adalah hal yang baik.

CEO Ubisoft Sebut Akuisisi Activision Blizzard ‘Berita Baik’

ceo ubisoft sebut akuisisi activision blizzard
CEO Yves Guillemot

CEO Ubisoft Yves Guillemot memberikan komentar soal akuisisi Microsoft terhadap perusahaan game Activision-Blizzard. Ketika Yves ditanya tanggapannya soal akuisisi Activision-Blizzard pada kesempatan earning call dengan investor, mengatakan kalau akuisisi ini adalah hal yang baik, melansir dari EuroGamer.

Ubisoft
Game ikonik mereka

Saya kira ini adalah berita bagus kalau transaksi itu bisa lewat berarti itu menunjukkan kekuatan dari IP dan kemana industri bergerak setelahnya. Jadi, ada banyak kesempatan untuk semua perusahaan di masa depan.

Itu juga menunjukkan nilai dari IP sekarang bisa berada di konsol dan PC, namun juga untuk mobile, dan menjadi judul yang mendunia, serta kalau kita membicarakan mendunia berarti benar di seluruh dunia, dan itu menjadi kesempatan yang fantastis.

Microsoft mengatakan kalau bagian mobile dari perjanjian Activision ini sangat penting, hingga investasi kami agar semakin kuat di lini mobile selaras dengan itu, hingga elemen-elemen tersebut akan membantu nilai perusahaan berkembang.

Yves Guillemot, CEO dari Ubisoft

Ubisoft Mulai Serius Kejar Platform Mobile

Rainbow Six Mobile
Rainbow Six Mobile

Pendapatan Ubisoft memang mengalami penurunan, menurut laporan pendapatan Q1 di earning calls itu juga. Hanya saja perusahaan tersebut memang baru memulai merambah ke mobile dan efeknya baru akan terasa di tahun fiskal ini.

Beberapa judul mereka antara lainnya adalah Rainbow Six Mobile, Assassin’s Creed Jade, dan beberapa judul lainnya. Tampaknya bisnis game mobile memang menjadi target berbagai publisher game beberapa tahun terakhir.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Games atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Gunakan Mod Apapun dalam Diablo 4 Terancam Terkena Ban oleh Blizzard

Sudah menjadi hal yang normal tentunya ketika seorang pemain game online terkena banned kedapatan menggunakan suatu program cheat. Dan pada beberapa kasus, penggunaan mod yang sejatinya tidak merugikan pemain lain pun juga berpotensi membuat akun terblokir.

Salah satunya seperti game Diablo IV besutan Activision Blizzard, dimana baru-baru ini sang Community Manager lewat forum komunitasnya memberikan peringatan terkait penggunaan software pihak ketiga maupun percobaan modifikasi terhadap data-data di dalam gamenya.

Ia menyatakan bahwa semua pemain yang telah mengakses Diablo IV sejatinya telah menyetujui EULA atau segala peraturan yang diberlakukan oleh sang developer. Dan salah satu peraturan yang ditekankan adalah pelarangan terhadap penggunaan hal-hal seperti hacks, bots, cheat, bahkan mod sekalipun, dimana berpotensi membuat akun terkena banned terlepas pemain hanya menggunakannya untuk diri sendiri.

Peringatan Eula Diablo Iv
Peringatan akan EULA Diablo IV (via Blizzard)

Lebih lanjut, sang Community Manager secara spesifik juga menyebutkan penggunaan mod seperti TurboHUD4 yang baru rilis beberapa hari yang lalu pun sejatinya tidak boleh dipergunakan. Sebagai informasi, mod tersebut berfungsi sebagai overlay dan user interface tambahan yang diklaim memberikan peningkatan berbagai aspek quality of life di dalam gamenya.

Pemain veteran akan serial Diablo mungkin mengetahui eksistensi akan mod yang memang sangat populer digunakan banyak pemain pada serial sebelumnya. Walau demikian, respon dari Blizzard terhadap penggunaan TurboHUD sendiri kala itu masih dibilang tidak terlalu agresif. Namun nampaknya sang developer kali ini akan lebih memperketat pantauannya terhadap penggunaan mod tersebut.

Secara tidak langsung hal ini mengingatkan kita bahwa sama seperti Diablo III, Diablo IV pun adalah game yang harus selalu terkoneksi dengan internet terlepas gamenya bisa dimainkan sepenuhnya secara singleplayer. Jikalau ada mode offline, agaknya mod TurboHUD tersebut bisa digunakan dengan lebih leluasa.

Diablo 4 Official Cinematic Release Date Trailer

Dan jika melihat pada kasus-kasus ban yang dilakukan oleh Blizzard di game lain seperti Overwatch misalnya, hardware ban juga bisa diterapkan pada pemain yang melanggar peraturan-peraturan dari sang developer.

Nah, kira-kira bagaimana menurutmu brott tentang penggunaan mod di dalam game online? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar ya!


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Diablo IV atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Bug Duplikat Diablo 4 Paksa Blizzard Tutup Fitur Trading

Bug Duplikat Diablo 4 – Sepertinya Bug paling parah dalam game ini kini telah ditemukan. Dan bug ini benar – benar ditanggapi serius oleh Blizzard. Selama ini, Bug yang terjadi pada game tersebut tidak begitu mempengaruhi lingkungan game secara besar.

Namun Bug tersebut mampu menghancurkan ekosistem ekonomi pada game dari Blizzard ini. Bug Duplikat Diablo 4 ini membuat pemain dapat merusak ekonomi game dan membuat Blizzard langsung turun tangan.

Bug Duplikat Diablo 4 Buat Blizzard Langsung Tutup Fitur Trading

Bug Duplikat Diablo 4
Bug Duplikat Diablo 4

Bug Duplikat Diablo 4 ini sangat parah sehingga Blizzard langsung menutup fitur Trading antar pemain hingga fitur selesai diperbaiki. Hal ini dilakukan untuk mencegah inflasi maupun kehancuran ekonomi dalam game.

Hal ini disampaikan pada reddit game ini dimana Community Manager Blizzard mengatakan bahwa fitur Trading akan dimatikan terlebih dahulu hingga Bug telah diperbaiki oleh studio tersebut.

Pihak Blizzard juga mengatakan bahwa akun yang telah melakukan Bug Duplikat untuk melakukan duplikasi gold serta item akan ditindak berdasarkan End User License Agreement (EULA) dari game.

Seorang YouTuber bernasma Jeppe-O membagikan sebuah video dimana dirinya mengaku bahwa Item yang ia miliki adalah penyebab Blizzard sadar jika ekonomi game terdapat sebuah bug.

Dirinya memiliki Weapon Crossbow dengan stat yang sangat bagus sehingga banyak orang yang menawarkan harga kepadanya. Namun ketika dirinya melakukan pelelangan, para pemain tersebut menawar dengan harga tidak masuk akal.

Pada mulanya item dijual terlihat cukup normal, namun semakin lama penawaran menjadi diluar nalar hingga mencapai 30 Milyar gold. Dan tentunya Gold sebanyak itu adalah sebuah anomali dalam game ini.

Bug Duplikat Diablo 4 Dilakukan Dengan Mudah

Bug Duplikat Dapat Dilakukan Dengan Mudah
Bug Duplikat Dapat Dilakukan Dengan Mudah

Bug Duplikat ini cukup simpel sehingga sangat berbahaya bagi para pemain. Dan ini berpusat kepada kondisi jaringan yang dapat dibuat tidak stabil sehingga Item atau Gold mengalami Glitch.

Dan karena mudahnya Bug tersebut digunakan, tentu ini menjadi hal yang sangat berbahaya bagi para pemain. Terutama jika pemain tidak sadar bahwa mereka telah melakukan Bug secara tidak sengaja.

Blizzard sendiri telah memberi konfirmasi bahwa pemain yang tanpa sengaja atau tidak sadar bahwa mereka melakukan trading dengna pemain yang menggunakan Bug Duplikat tidak akan terkena Banned.

Diablo 4 kini telah dapat dimainkan pada PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X | Series S, Xbox One, Microsoft Windows. Game ini kini telah memasuki Season 1 dan pemain telah dapat memainkan season tersebut.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Diablo 4 atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Boss Starfield Tak Terima Gamenya Dikritik Mantan Dev Blizzard karena Tampilan Start Screen

Boss Starfield Start Screen – Projek garapan developer Bethesda bertajuk Starfield kini menjadi salah satu game yang paling diantisipasi gamer. Mengingat portofolio developer yang impresif seperti seri Fallout dan The Elder Scrolls, tak heran apabila Starfield sudah dinantikan lama oleh banyak fans.

Sayangnya, kehadiran game tak selalu disambut dengan baik. Seorang mantan developer asal Blizzard baru saja melontarkan kritik negatif terhadap game. Hingga boss gamenya pun harus turun tangan karena tidak terima gamenya ditanggapi dengan komentar buruk.

Boss Starfield Tanggapi Komentar Negatif dari Mantan Developer Blizzard Perihal Tampilan Start Screen

Boss Starfield
Game terbaru dari Bethesda

Menjelang perilisan, game Starfield sempat bocor dan beredar di internet beberapa waktu lalu. Salah satu bocoran tersebut memperlihatkan penampilan perdana User Interface dari menu awal atau biasa disebut “start screen”, yang umumnya dijumpai ketika pemain baru masuk ke dalam game.

Tanpa diduga, kehadiran menu start screen tersebut justru mendapat kritikan dari developer lain. Melalui Twitter/X, Mark Kern yang merupakan mantan developer dari Blizzard melontarkan komentar negatif terhadap pengembangan game berdasarkan tampilan menu awal.

Menurut sang developer, proses pengembangan sebuah video game dapat dinilai melalui tampilan menu awal, yang umumnya dikerjakan di tahap akhir setelah inti dari game rampung.

Dirinya menganggap penampilan menu di game tersebut yang terlalu simpel atau terlewat sederhana merupakan hasil proses penggarapan game yang terburu-buru atau developer yang “tidak peduli” akan kualitas game.

Merespon komentar negatif dari Mark Kern, pihak marketing dari Bethesda yakni Pete Hines berikan klarifikasi bahwa desain dari menu awal sebenarnya sudah dirancang sejak lama, bahkan sudah bertahun-tahun yang lalu.

Boss Starfield 4
Pete Hines

Hines juga membalas pernyataan Mark Kern yang menurutnya “tidak profesional” karena telah menuduh proses pengembangan gamenya hanya berlandaskan pengalaman pribadinya saja.

Gamer yang Tidak Puas Siap Review Bomb di Metacritic

Boss Starfield 5
Gamer yang Tidak Puas Siap Review Bomb Game Baru Bethesda di Metacritic

Selain kritikan negatif dari mantan staf di Blizzard, tampaknya berbagai macam respon negatif juga harus dialami oleh developer dari beberapa kalangan gamer. Meski Bethesda merupakan salah satu studio game yang memiliki banyak penggemar, hal tersebut tak membuatnya terhindar dari kehadiran haters.

Disamping dari “kebiasaan” developer yang sering merilis game yang penuh dengan bug, namun kali ini kecaman datang akibat game Starfield yang rencananya hanya rilis secara eksklusif di Xbox dan PC.

Hal tersebut tentu membuat geram sebagian gamer, terutama dari kubu fans PlayStation yang tidak kebagian game Starfield. Aksi protes pun sempat ramai di internet, hingga sejumlah gamer berniat membuat 1000 akun yang masing-masing bakal digunakan untuk memberikan skor negatif di situs Metacritic.

Disamping kontroversinya, Starfield hingga kini tetap menjadi salah satu game yang paling dinantikan. Layaknya game RPG garapan Bethesda sebelumnya, dunia open world yang luas dan imersif menjadi aspek utama yang sudah ditunggu-tunggu. Starfield siap rilis 6 September 2023 melalui Xbox dan PC.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Starfield serta artikel terkini dari Lauda Ifram. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Putusan Awal CMA Tentang Akuisisi Microsoft Activision Blizzard Akan Muncul Minggu Depan

Putusan Awal CMA – Meskipun kini sidang FTC dan Microsoft telah berakhir, masih ada satu rintangan lagi yang harus dilewati perusahaan ini agar dapat mengakuisisi Activision Blizzard secara lancar tanpa hambatan.

Rintangan tersebut adalah Competition and Markets Authority (CMA) Inggris. Sebelumnya, CMA mengumumkan bahwa mereka menolak akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft karena pengakuisisian tersebut mengkhawatirkan dapat merubah masa depan dari market cloud gaming yang berkembang pesat.

Putusan Awal CMA Mengenai Akuisisi Microsoft Activision Blizzard Diputuskan Dalam Waktu Dekat

Putusan Awal Cma Direncanakan Minggu Depan
Putusan Awal Cma Direncanakan Minggu Depan

Dilansir melalui The Verge, Sumber yang familiar dengan hal ini mengatakan bahwa Competition and Markets Authority Inggris diperkirakan segera memberi putusan awal mengenai protes akuisisi Microsoft terhadap Activision Blizzard minggu depan.

Hal ini tentunya melanjutkan sidang sebelumnya dimana Microsoft merestruktur perjanjian mengenai Cloud Gaming yang merupakan faktor utama mengapa CMA menolak akuisisi perusahaan tersebut.

Sat ini, Ubisoft merupakan pemegang hak untuk cloud gaming dari game Activision Blizzard agar keraguan terhadap monopoli pasar Cloud Gaming di Inggris tidak terjadi sehingga proses akuisisi berjalan lancar.

Putusan awal ini nantinya akan dilanjutkan dengan putusan akhir yang akan diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2023 oleh CMA Inggris. Belum diketahui hasil putusan awal yang akan diberikan apakah CMA menolak atau menerima.

Alasan CMA Tolak Akuisisi Activision Blizzard

Cma Tolak Akuisisi Activision Blizzard
Cma Tolak Akuisisi Activision Blizzard

Pada pernyataan di situs resmi pemerintahan Inggris, CMA mengatakan bahwa Microsoft “gagal dalam mengatasi kekhawatiran mengenai sektor Cloud Gaming”. Microsoft memegang 60% hingga 70% pasar Cloud Gaming dengan Xbox, Windows, Azure dan juga Xbox Cloud Gaming.

Dilansir melalui Gameindustry.biz, Vice Chair dan President Microsoft Brad Smith mengatakan “kami berkomitmen penuh dalam akuisisi ini dan akan mengajukan banding. Keputusan CMA menolak jalur pragmatis untuk mengatasi masalah persaingan dan dapat menghambat inovasi teknologi dan investasi di Inggris”

“kami telah menandatangani kontrak untuk membuat game populer Activision Blizzard tersedia di lebih dari 150 juta device, dan akan tetap berkomitmen untuk memperkuat perjanjian ini melalui upaya hukum. Kami sangat kecewa karena setelah pertimbangan yang cukup panjang, keputusan ini tampaknya mencerminkan pemahaman yang salah tentang pasar dan cara kerja teknologi cloud yang relevan.”

Sementara itu, beberapa dokumen dari persidangan Microsoft dengan FTC kini bocor yang membahas banyak rencana Microsoft untuk beberapa tahun ke depan. Namun beberapa rencana telah berubah dari dokumen yang dibagikan.

Keputusan Awal mengenai akuisisi Activision Blizzard oleh CMA dikabarkan akan segera diumumkan minggu depan dan putusan akhir diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2023 nanti di Inggris.


Baca juga informasi Gamebrott menarik lainnya terkait Microsoft atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

CEO Playstation Anggap Pembelian Bungie Lebih Baik dari Activision Blizzard

CEO Playstation Bungie – Akuisisi Activision Blizzard oleh Xbox memicu kontroversi yang tak kunjung usai. Perusahaan PlayStation menjadi faktor mengapa pembelian publisher Call of Duty dan Overwatch itu menjadi berkepanjangan. Untuk antisipasi, pihak PlayStation telah mengakuisisi developer Bungie.

Baru-baru ini, CEO PlayStation anggap pembelian tersebut lebih baik daripada Activision Blizzard. Kenapa?

CEO Playstation Anggap Pembelian Bungie Lebih Baik Daripada Activision Blizzard

CEO Playstation Anggap
CEO Playstation Anggap Pembelian Bungie Lebih Baik Daripada Activision Blizzard

Studio di balik Halo dan juga Destiny itu telah dibeli dengan harga $3,6 milyar di tahun 2022 lalu. CEO dari merk PlayStation yakni Jim Ryan mengungkap bahwa pembelian mereka tersebut “lebih menguntungkan” daripada pembelian Activision Blizzard senilai $69 milyar.

Hal tersebut disampaikan ketika saat Jim Ryan diwawancarai oleh para investor tahun lalu. Dilansir dari Exputer, Jim mengatakan bahwa pembelian Bungie akan jauh lebih efisien ketimbang apa yang perusahaan rival lakukan.

“Dari segi penempatan modal Sony, jika Anda melihat [akuisisi] 69 milyar dolar untuk Activision dibandingkan 3,6 milyar untuk Bungie, kami percaya bahwa Bungie mampu berikan lebih banyak ketimbang akuisisi 69 milyar Activision.”

Jim Ryan

Playstation Jim Ryan Clowned 1
Jim Ryan

Meski kini menjadi bagian dari PlayStation, Bungie kemungkinan besar akan dibiarkan merilis game-game mereka secara multiplatform khususnya untuk franchise seperti Destiny melihat besarnya potensi keuntungan yang dihasilkan dari model live service yang diusung bila semua platform utama dapatkan akses game tersebut.

Hal ini membuat pembelian Bungie sama seperti apa yang dilakukan oleh Xbox terhadap Mojang yang di mana mereka biarkan studio itu rilis game mereka ke semua platform melihat audiens game yang begitu luas.

Anggap Xbox Game Pass Sulit Dibuat Berhasil

Image 44 2
PS5

Selain membicarakan soal akuisisi studio, Jim Ryan juga ditanya apakah Playstation bakal meniru konsep subskripsi Game Pass yang diperkenalkan oleh Xbox di mana pemain dapat mengakses katalog game selama miliki langganan bulanan bagaikan Netflix untuk game.

Jim berpendapatan bahwa Xbox Game Pass belum hasilkan untung dan bakal sulit untuk memujuk para studio untuk memasukan game mereka ke katalog layanan tersebut. Game Pass kemungkinan hanya akan berhasil karena deretan game dari studio first party mereka, dan akan terus sulit untuk membujuk publisher third-party agar tertarik.

Oleh karenanya, Jim merasa tak ada tekanan besar untuk mengikuti apa yang dilakukan Xbox dan mengucapkan bahwa PS Plus lebih menjadi layanan subskripsi yang lebih berarti.


Baca pula informasi Gamebrott lainnya tentang PlayStation beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Microsoft Selesaikan Pembelian Activision Blizzard Minggu Depan

Dikabarkan bahwa Microsoft Selesaikan Pembelian Activision Blizzard sebesar 68,7 Milyar US Dollar dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan setelah putusan awal dari CMA yang mengindikasikan bahwa lembaga tersebut menyetujui proses akuisisi tersebut.

Diprediksi juga bahwa proses pembelian tersebut akan selesai pada Jum’at, tanggal 13 Oktober 2023 setelah proses yang cukup panjang dan berbagai persidangan yang telah dilalui.

Microsoft Selesaikan Pembelian Activision Blizzard Oktober Ini

Cma Berikan Putusan Awal Akuisisi Activision Blizzard
Cma Berikan Putusan Awal Akuisisi Activision Blizzard

Dilansir melalui The Verge, Microsoft berencana untuk menyelesaikan proses akuisisi minggu depan. Namun tanggal tersebut masih bergantung dengan Competition and Markets Authority (CMA) Inggris.

Hal ini dikarenakan regulator tersebut sempat menolak akuisisi yang dilakukan Microsoft pada awal tahun ini. Dan Microsoft tentunya telah melakukan restruktur perjanjian dengan memberikan Ubisoft hak untuk cloud gaming game – game Activision Blizzard.

Restruktur tersebut menghasilkan putusan awal CMA yang sepertinya menyetujui perjanjian baru ini pada akhir bulan lalu. Dan deadline yang diberikan lembaga tersebut berakhir pada hari ini dimana mereka mengumpulkan opini untuk memberikan putusan akhir mengenai merger tersebut.

Hasil putusan akhir dari CMA diperkirakan keluar pada minggu depan dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka bisa menolak atau tidak menyetujui proses akuisisi Microsoft dan Activision Blizzard.

FTC Telah Setujui Proses Akuisisi, Microsoft Dapat Lampu Hijau

Dokumen Microsoft Bocor Ftc Featured
FTC Kalah Persidangan

Microsoft dan activision Blizzard telah memperpanjang deadline akuisisi ini hingga tanggal 18 Oktober 2023. Namun kedua pihak dapat menyelesaikannya minggu depan jika persetujuan CMA dikeluarkan lebih cepat.

Pada awal tahun ini FTC dan CMA memang menolak keras proses akuisisi tersebut. FTC sendiri menuntut untuk melakukan blokir terhadap akuisisi pada tahun lalu. Dan lembaga tersbut gagal dan memberikan lampu hijau untuk persetujuan perjanjian ini.

FTC sendiri masih tetap bergerak melalui Ninth Circuit Court of Appeals, dan keputusan akhir diputuskan pada awal Desember 2023. Selain itu, FTC juga melanjutkan kasus administrasi terhadap Microsoft.

Dan case administrasi ini akan berlangsung 21 hari setelah Ninth Circuit Rules yang akan diadakan secara virtual. Namun sepertinya FTC akan kesulitan membantalkan proses akuisisi ini jika telah ditutup.


Baca juga informasi Gamebrott menarik lainnya terkait Microsoft atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Game Activision Blizzard di Xbox Game Pass Baru akan Hadir Tahun Depan

Game Activision Blizzard Xbox Game Pass – Persidangan akuisisi Microsoft terhadap Activision Blizzard telah lama selesai. Banyak rencana Microsoft pun perlahan akan mulai mereka realisasikan satu per satu.

Tidak sedikit dari gamer bertanya-tanya mengenai kapan game Activision Blizzard di Xbox Game Pass. Menanggapi hal tersebut, mereka baru saja memberikan jawaban mengenai pernyataan tersebut ke para gamer.

Rencana Game Activision Blizzard di Xbox Game Pass Baru akan Hadir Tahun Depan

Game Activision Blizzard di Xbox Game Pass
kapan game-gamenya hadir di Xbox Game Pass, ya?

Melalui pernyataan yang dibagikan lewat akun media sosial mereka, Activision Blizzard mengatakan bahwa mereka akan mulai menambahkan game-game mereka ke Xbox Game Pass setelah proses akuisisi selesai. Meskipun begitu, mereka juga menjelaskan jika penambahan itu kemungkinan baru akan dilakukan tahun depan.

Lebih jelasnya, developer/publisher asal Amerika Serikat itu menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membawa Call of Duty: Modern Warfare 3 atau Diablo 4 ke Xbox Game Pass tahun ini.

Dengan kata lain, sekalipun akuisisi oleh Microsoft selesai di tahun ini, masih butuh waktu beberapa bulan bagi mereka untuk menambahkan game mereka ke Xbox Game Pass. Mari kita tunggu saja info kepastian dari mereka selanjutnya.

Akuisisi Microsoft Terhadap Activision Blizzard Dirumorkan akan Rampung Bulan Ini

Activision Blizzard Baru akan Tambahkan Game
Proses akuisisi rencananya akan diselesaikan dalam bulan ini

Meski ada kemungkinan jika proses akuisisi tersebut akan kembali ditunda, rumor terbaru menyebut jika akuisisi itu akan selesai pada 13 Oktober mendatang. Call of Duty: Modern Warfare 3 sendiri akan meluncur pada 10 November mendatang sehingga Microsoft diharapkan bisa mengkonfirmasi kembali rencana tersebut sebelum pemain melakukan pembelian.

Satu yang pasti, akuisisi terbaru yang dilakukan Microsoft akan semakin menambah panjang daftar game-game terbaik yang tersedia di Xbox Game Pass dan membuat layanan berbasis langganan itu semakin diminati lagi.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Activision Blizzard atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].