Meta Threads Masih Bisa Kejar Twitter X Meski Duduki Peringkat Bawah Media Sosial

Perilisan Meta Threads memang cukup bombastis. Dalam waktu beberapa hari saja, media sosial baru Mark Zuckerberg tersebut sudah bisa mencapai angka 100 juta pengguna global. Hanya saja masa kejayaan Threads bak lilin yang hampir redup, perlahan ditinggalkan penggunanya.

Threads awalnya diposisikan sebagai media sosial yang bersaing secara langsung dengan Twitter (lalu berubah nama jadi X). Jumlah pengguna aktif pun semakin menurun dan banyak yang menganggap kalau Threads adalah media sosial yang gagal.

Meta Threads Masih Bisa Kejar Twitter Walau di Posisi Bawah

threads masih bisa kejar twitter
Threads sekarang duduki peringkat bawah media sosial

Kini sudah selang beberapa bulan, Threads hanya diisi oleh 23,7 juta pengguna sampai akhir tahun 2023 ini. Angka ini juga diprediksi oleh Insider Intelligence (via TheVerge) akan berada di setengah dari total jumlah pengguna Twitter X yakni 56,1 juta di akhir tahun ini.

Angka tersebut tentu jauh berada dibawah media sosial raksasa lainnya seperti Facebook di 177,9 juta, lalu ada Instagram di 135,2 juta, dan TikTok di angka 102,3 juta. Tapi berita soal Threads ini tidak sepenuhnya buruk.

threads masih bisa kejar twitter
Threads diposisikan sebagai rival Twitter sejak awal

Analis tersebut mengatakan kalau Threads masih punya peluang untuk menyaingi rival awal mereka yaitu X. Ini tentu disebabkan oleh kebijakan baru X yang semakin tidak disukai pengguna. 

X Semakin Turun, Threads Diprediksi Semakin Membaik

threads masih bisa kejar twitter
Bakal bisa kejar ketertinggalan?

Insider Intelligence juga memprediksi kalau nantinya di tahun 2025, jumlah pengguna aktif X akan turun ke 47 juta dan Threads akan alami peningkatan ke 30 juta pengguna.

Angka ini tentu tidak begitu signifikan bagi Threads apalagi kalau dibandingkan dengan jumlah pengguna di awal perilisan. Tapi, jika tren penurunan pengguna Twitter terus turun, bukan tidak mungkin suatu saat Threads bisa mengungguli media sosial Elon Musk ini.

Sekarang hanya waktu yang bisa menentukan apakah pemenangnya tetap Twitter atau bisa disaingi oleh media sosial baru Meta ini. Bagaimana menurut kalian brott?


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Yanderedev Diduga Melakukan Pelecehan Terhadap Anak di Bawah Umur

Yanderedev – Yandere Simulator merupakan game simulasi karakter Yandere yang dikembangkan oleh Alex Mahan atau dikenal sebagai Yandev. Dikembangkan sejak tahun 2014 lalu, saat ini game masih belum memiliki status perilisan.

Dan selama ini, game tersebut dianggap tidak akan selesai karena developernya selalu melakukan hal – hal yang menghambat perkembangan game. Kali ini, Alex diduga melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur.

Yanderedev Diduga Melakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur

Pengakuan Korban
Pengakuan Korban

Awalnya kasus ini diangkat oleh YouTuber AllyMcC yang kini telah di takedown karena mencatut nama lengkap korban. Dari video tersebut, Yanderedev diduga telah melakukan pelecehan.

Video Tiktok juga beredar menjelaskan detail dugaan percakapan yang tidak senonoh dengan anak di bawah umur. Dilaporkan juga bahwa Alex telah melakukan “Grooming” terhadap anak – anak di bawah umur.

Yandere Simulator Rilis
Yandere Simulator

Bukti – bukti seperti screenshot dan juga rekaman percakapan antara pelaku dan korban juga beredar di Internet sehingga banyak netizen mengomentari dugaan ini. Beberapa diantaranya juga menghubungi Alex menayakan kebenarannya.

Menanggapi hal tersebut, Pria yang kerap disapa sebagai Yandev ini membuat sebuah post panjang di situs pengembangan gamenya menjelaskan rumor dan dugaan pelecehan tersebut.

Yandev Akui Semua Dugaan dan Tuduhan Pelecehan

Yanderedev Akui dirinya tahu korban berusia 16 tahun 1
Sang Developer Akui Dirinya Tahu Korban Berusia 16 Tahun

Melalui postingan tersebut. Dirinya mengakui bahwa terkadang ia terbuka kepada beberapa fans dan menggoda mereka. Meskipun begitu, Alex juga menuduh teman dari salah satu korban karena telah menyakinkan sang korban untuk menyebarkan rekaman percakapan.

Rekaman percakapan tersebut membuat banyak pihak menyakini bahwa Alex melakukan “Grooming”. Dan dalam pernyataannya, Alex mengakui bahwa dirinya bodoh karena telah mewajarkan orang dewasa berteman dan menggoda anak di bawah umur.

Alex juga mengakui bahwa dirinya mengetahui bahwa lawan bicaranya saat itu masih berumur 16 tahun. Dan dirinya juga mengakui bahwa ia membuat lawakan vulgar ketika berinteraksi dengan korban seperti layaknya berbicara dengan teman – teman sebaya.

Yandev juga menjelaskan bahwa ia telah mendonasikan 1000 Dollar US kepada RAINN yang merupakan sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk membantu korban pelecehan seksual.

Sayangnya, hal ini tidak begitu sebanding dengan apa yang telah ia lakukan di mata para fans dan juga netizen. Dan tentunya kasus ini menambah jejak buruk sang developer dalam pengembangan game yang hampir 10 tahun belum selesai ini.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Yandere Simulator atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]