Penulis Dragon Age Ternyata Tidak Suka Cerita Romansa,”Gak Saya Banget.”


Kelahiran Dragon Age: Origins milik Bioware ini ikut populer menjadi bahan bincang dan kesukaan para gamer serta penggemar genre RPG. Ia membawa elemen interactive yang mana pilihan pemain sangat menentukan dalam relationship antar karakter.

Dibalik kesuksesan kisah romansa yang muncul di game ini, nyatanya David Gaider, penulis Dragon Age justru mengaku dia tidak suka cerita genre romantis.

Penulis Dragon Age Ternyata Tidak Suka Genre Romantis

penulis dragon age ternyata tak suka romansa

David Gaider selaku mantan lead writer Dragon Age ternyata tidak menyukai jenis kisah intim romansa seperti ini, terlepas dari fakta bahwa kisah romansa di Dragon Age juga digarap olehnya.

Dalam sebuah interview bersama Rock Paper Shotgun, Gaider mengatakan,”Buat orang yang udah tahu aku pastinya ngerasa aneh liat aku sekarang jadi pria romantis“. Gaider menjelaskan bahwa ia juga menggarap opsi romantis di Baldur’s Gate II yang mana developer Bioware terus memberinya materi lovey – dovey.

“Aku bukanlah pria romantis. Khususnya ketika aku harus menggarap karakter mengucapkan ‘I love you‘ pada satu sama lain. Dan, oh Tuhan, aku sangat membencinya!”

Pernyataan David Gaider di atas bisa dibilang sangat ironi, mengingat storyline romansa sudah menjadi ciri khas Bioware selama beberapa tahun ini dan selalu menjadi nilai jual dalam RPG Modern seperti Starfield.

Zevran Dragon Age Hampir Dijadikan Gay

penulis dragon age
Penulis Dragon Age Ternyata Tidak Suka Cerita Romansa,”Gak Saya Banget.” 4

Namun, menurut Gaider, semua bermula dari Baldur’s Gate II yang mana hanya dia dan Lukas Kristjanson (Senior Writer Bioware), memikirkan percakapan time-based bisa memicu relationship itu tumbuh.

Gaider juga mengingat – ingat kembali sejarah Bioware bersama karakter anehnya yang dimulai dengan relationship sesama jenis di Jade Empire. “Ketika kudengar tim lain sudah melakukan ini, aku tuh kayak… emang bisa yang kayak gini ada di video game? Sialan.” ungkapnya.

Terlepas dari pencapaian penting tersebut, Gaider mengingat banyak ‘keraguan’ di studio ketika mengembangkan karakter aneh di Dragon Age: Origins.

“Aku punya karakter yang aku ingin jadikan gay, Zevran si Assassin.” nyatanya, ide tersebut harus diubah sebab studi merasa hal tersebut hanya mewakili sebagian kecil penonton, sehingga Zevran diubah menjadi bisexual.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *