Peneliti Temukan Manusia Kalah Telak dari Bot dalam Tes CAPTCHA


Bot memang merajalela di internet. Selain digunakan sebagai salah satu cara untuk mem-bypass verifikasi website, bot juga bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat merugikan orang lain seperti memborong suatu barang edisi terbatas di marketplace online serta kejahatan lainnya.

Tak jarang kalau bot bisa mengalahkan manusia soal kecepatan dan akurasi. Seperti yang ditemukan oleh sekumpulan peneliti ini lewat metode verifikasi CAPTCHA. Harusnya metode ini bisa membedakan manusia dengan bot atau mesin, tapi nyatanya malah terbalik, mengapa begitu?

Peneliti Temukan di Tes CAPTCHA, Manusia Kalah Telak dari Bot

Manusia Kalah Telak dari Bot
Aku bukan robot

CAPTCHA atau Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Human Apart merupakan sekumpulan fitur yang digunakan pada website untuk membedakan antara manusia dan mesin (bot) dengan menggunakan serangkai prosedur seperti form atau kuis.

Melansir dari New Scientist (via PCGamer), Tsudik & co menguraikan ada 200 website terkenal di dunia dan 120 diantaranya menggunakan sistem CAPTCHA sebagai metode verifikasi. Mereka ingin melakukan penelitian apakah manusia bisa mengalahkan bot dalam menyelesaikan puzzle CAPTCHA.

Mereka lalu merekrut 1000 orang partisipan yang terdiri dari berbagai umur, jenis kelamin, lokasi, dan pendidikan untuk mengikuti 10 test CAPTCHA. Hasilnya, cukup mengejutkan kalau bot mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibanding manusia yang mengikuti tes tersebut.

Manusia Kalah Telak dari Bot
Tes yang sering kita temukan

Skor yang manusia dapatkan pada tes dengan tulisan terdistorsi mencapai tingkat akurasi 50% hingga 84% dan membutuhkan durasi pengerjaan sekitar 9 detik hingga 15 detik lamanya. Bagaimana dengan bot? Tentu harusnya tes yang diperuntukkan untuk menyeleksi bot ini akan memberatkan mesin tersebut.

Bot Dominasi Manusia dengan Skor Hampir Sempurna

Manusia Kalah Telak dari Bot
Bot berhasil ungguli manusia

Hasilnya, bot berhasil menyelesaikan tes tersebut dengan tingkat akurasi 99,8% dan menyelesaikannya dalam durasi kurang dari 1 detik. Tentu saja ini berkat bantuan LLM atau Large Language Models yang belakangan ini sedang naik daun.

Untuk bisa menyeleksi mana yang merupakan gambar fire hydrant, sepeda, lampu lalin, atau bahkan bus tentu bukan masalah besar bagi AI yang sudah ditraining dengan ribuan gambar serupa. Maka tidak mengejutkan kalau bot bisa melakukannya secara instan bahkan tidak perlu sedetik untuk menebaknya dengan benar.

Menurut kalian apakah sistem verifikasi CAPTCHA seperti ini sudah harus digantikan dengan yang lebih canggih lagi?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *