Kumpulan Developer Game Indie Matikan Fitur Ads Sebagai Protes Terhadap Unity


Developer Game Indie – Protes atas kebijakan dari Engine Unity terus berlanjut. Beberapa Developer ada yang mempertimbangkan untuk berpindah dan menggunakan Engine lain sebagai salah satu bentuk protes mereka.

Dan tidak sedikit juga developer game yang kini bersatu untuk melakukan boikot sebagai bentuk protes mereka terhadap kebijakan terbaru engine tersebut. Kali ini, sekitar 20 Developer melakuka Boikot terhadap platform ads dari Engine Unity.

Kumpulan Developer Game Indie Matikan Fitur Ads Sebagai Bentuk Protes

Bagian Dari Surat Terbuka Untuk Boikot
Bagian Dari Surat Terbuka Untuk Boikot Unity Ads

Bentuk protes yang dilakukan para developer ini merupakan salah satu bentuk protes yang sangat kuat terhadap kebijakan terbaru tersebut dan sangat terorganisir. Developer – Developer ini bahkan membuat Surat terbuka sebagai bentuk protes mereka.

Dalam surat terbuka yang para developer ini tulis, mereka menganggap selama ini para developer dan juga perusahaan engine ini melakukan usaha kolaboratif dimana kedua pihak memiliki komunikasi yang baik.

Namun sayangnya, keputusan dari engine tersebut terjadi tanpa sepengetahuan para developer. Dan dengan kebijakan tersebut, Perusahaan engine ini dianggap telah membuat ratusan studio pengembangan game terancam.

Hal ini juga terjadi tanpa adanya konsultasi maupun dialog 2 arah antara developer – developer game yang menggunakan Engine tersebut serta sang perusahaan engine game Unity.

Dalam surat ini juga menjelaskan analogi atau perbandingan kondisi saat ini. Analogi yang dijelaskan adalah bagaimana jika pembuat kendaraan tiba – tiba memutuskan untuk meminta biaya kepada penggunanya setiap mil perjalanan yang dilakukan oleh mobil yang dibeli 1 tahun lalu? Dampaknya terhadap konsumen dan industri tersebut tentunya sangat besar.

Dan kebijakan baru ini datang pada saat industri game sedang mengalami tipisnya jarak keuntungan, kompetisi yang tinggi, dan biaya yang meningkat dari sisi pengembangan serta pemasaran.

Hal ini bukan hanya berpengaruh kepada developer, melainkan juga artis, desainer, bagian pemasaran, dan produsen game. Dan hal ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap perusahaan yang memberikan segalanya kepada industri gaming ini.

Dan sebagai tindakan secara langsung, para developer ini mematikan sistem monetisasi IronSource dan Unity Ads di seluruh proyek mereka hingga kebijakan ini dipertimbangkan kembali oleh perusahaan engine tersebut.

Kumpulan developer Indie ini juga mengharapkan para developer lainnya juga melakukan hal yang sama. “Peraturan telah berubah, dan taruhannya terlalu tinggi. Runtime Fee ini merupakan perubahan yang tidak dapat diterima dalam partnership bersama dan harus dibatalkan secepatnya”, lanjut surat tersebut.

Kumpulan Developer Game Indie yang Ikut Menandatangani Surat

Beberapa Studio Yang Ikut Dalam Surat Terbuka
Beberapa Studio Yang Ikut Dalam Surat Terbuka

Berikut adalah List kumpulan developer game indie yang ikut menandatangani surat dan melakukan aksi boikot tersebut:

  • Azur Games
  • Burny Games
  • Century Games
  • CrazyLabs
  • Ducky
  • Geisha Tokyo
  • Homa
  • Inspired Square
  • KAYAC
  • Matchingham Games
  • MondayOFF
  • Moonee
  • New Story
  • Original Games
  • Playgendary
  • SayGames
  • Supercent
  • TapNation
  • tatsumaki games
  • Voodoo
  • YSO Corp

Meskipun mayoritas dari developer yang menandatangani berasal dari game – game mobile yang merupakan target utama fitur monetisasi iklan yang diberikan engine tersebut, hal ini juga dapat dilakukan oleh para developer lainnya.

Sepertinya Unity sendiri masih tetap bersikeras untuk melanjutkan perubahan ini dan mengimplementasikannya pada 1 Januari 2024. Dan baru – baru ini, perusahaan tersebut juga membuat pernyataan dimana banyak pihak menganggap PlayStation, Xbox, dan Nintendo akan menanggung biaya Runtime Fee ini.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Unity atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *