Fitur SGE Google Resmi Diluncurkan Secara Terbatas, Bisa Ubah Teks Jadi Gambar


Untuk semakin menyemarakkan dunia yang penuh dengan kecerdasan buatan, kini fitur SGE Google resmi diluncurkan secara terbatas. Merupakan singkatan dari Search Generative Experience (SGE), fitur ini dikatakan akan memungkinkan para pengguna untuk mengubah teks jadi gambar.

Fitur SGE Google Diresmikan Secara Terbatas, Buat Gambar Bermodalkan Teks

Contoh Fitur Sge Di Google
Contoh implementasi fitur ini di Google

Setelah sekian lama gembar-gembor meningkatkan pengalaman gunakan kecerdasan buatan, kini akhirnya fitur SGE Google resmi diluncurkan. Fitur ini memungkinkan kita untuk membuat gambar dengan bermodalkan teks. Dikatakan kemampuannya pun tak kalah dengan bermacam AI yang ada saat ini.

Cara gunakan fitur SGE Google ini pun dikatakan akan sangat mudah untuk dilakukan. Hanya membutuhkan kita mengetik pertanyaan ke dalam bilah pencarian mesin pencari Google, di mana setelahnya fitur ini akan membuat beberapa gambar berdasarkan apa yang kita ketikkan.

Google Hema Budaraju Search Generative Engine
Hema Budaraju

Hal tersebut ditulis oleh Hema Budaraju lalui situs resminya, di mana perusahaan tersebut akan membuat gambar hasil kolaborasi dengan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Di mana hal tersebut akan diwujudkan oleh raksasa Google dengan menambahkan pelabelan metadata dan watermark yang menandakan gambar tersebut telah dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan.

Masih Diuji Coba Secara Terbatas

Sge Google Tersedia Secara Terbatas
Masih diuji coba secara terbatas

Walau fitur SGE Google ini tentunya menarik untuk digunakan, sayangnya fitur ini masih dalam masa uji coba secara terbatas. Bila berdasarkan postingan Hema Budaraju di atas, kali ini perusahaan tersebut tengah menargetkan remaja dengan rentang usia 13-17 tahun dan terbatas di Amerika Serikat.

Bila kita bukan residen negara adidaya tersebut, kita tidak akan bisa mendaftar ke Search Labs guna menjajal fitur kecerdasan buatan yang mampu memudahkan kita dalam beraktivitas tersebut.

Kendati demikian, tidak ada salahnya untuk menunggu peluncuran resmi dari Search Generative Experience ini secara global, karena akan lebih baik bila mencoba kecerdasan buatan yang sudah jadi ketimbang harus mengalami sejumlah masalah atau bug, bukan?


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *