Setelah Latihan, Raven Tekken 8 Kini Kembali di Trailer Terbaru!

Selain Azucena, Bandai Namco juga mengumumkan karakter yang sempat menghilang dan kini kembali yaitu Raven Tekken 8. Dengan kembalinya karakter ninja ini, dapat dipastikan slot untuk Archetype tersebut telah terisi.

Pengumuman ini diumumkan pada acara EVO 2023 yang merupakan event game fighting terbesar tahunan. Banyak game yang mengumumkan informasi terbaru mereka disana seperti Mortal Kombat 1 yang juga mengumumkan trailer terbaru.

Raven Tekken 8 Kembali, Master Raven Pergi?

The Shadow Agent, Raven Tekken 8
The Shadow Agent, Raven Tekken 8

Pada trailer yang diumumkan, Raven terlihat telah menyelesaikan “latihan” yang diberikan Masternya pada Tekken 7 lalu. Ninja yang bekerja sebagai mata – mata PBB ini kini kembali dengan ninjutsu yang lebih mengerikan.

Dirinya kini mampu mengeluarkan bayangan yang lebih kuat dan mampu menyerang lawan dengan cepat. Hal ini juga terlihat dari Rage Art yang ia miliki dimana dirinya mampu memanggil banyak bayangan untuk menyerang lawan.

Karakter ini pertama kali dikenalkan pada game Tekken 5 dimana dirinya mengkonfirmasi bahwa Heihachi Mishima telah “mati”. Dirinya juga dapat dimainkan pada Tekken 6, namun pada Tekken 7, Ninja ini digantikan oleh atasannya yang sering disebut “Maven”.

Namun menariknya pada trailer ini, Raven tidak sekalipun menyebut atau memberikan referensi kemana masternya pergi. Karena pada Ending Dragunov di Tekken 7, MasterRaven dinyatakan mati setelah ditembak oleh Tank.

Master Raven Mungkin Saja Bisa Kembali Sebagai DLC?

Maven Bisa Saja Kembali
Maven Bisa Saja Kembali

Meskipun dirinya saat ini tidak hadir di Tekken 8, Harada tidak mempermasalahkan 2 karakter dengan Archetype yang sama namun moveset berbeda hadir pada gamenya. Mungkin saja Maven bisa kembali.

Mengingat Jun dan Asuka merupakan 2 karakter dengan basic moveset yang sama namun dengan beberapa perbedaan, serta beberapa karakter lain seperti Panda dan Kuma juga hadir menjadi 2 karakter yang berbeda, tidak heran jika Maven bisa hadir lagi.

Maven sendiri cukup populer di komunitas game Tekken 8. Dan dengan kepopulerannya, mungkin saja dirinya hadir menjadi karakter DLC untuk memperjelas jalan cerita kedua karakter ini.

Saat ini, game Tekken 8 masih belum memiliki tanggal resmi untuk perilisannya. Untuk platformnya sendiri, game ini akan segera rilis pada platform PlayStation 5, Xbox Series S | X, dan PC.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tekken 8, atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Meta Perkenalkan AudioCraft, AI untuk Membuat Musik dari Teks

Kemampuan dari kecerdasan buatan atau AI seolah tidak memiliki batasan. Untuk makin memudahkan manusia dalam produktivitas, kali ini Meta memperkenalkan Audiocraft, AI yang konon dikatakan mampu membuat musik hanya bermodalkan teks saja.

AudioCraft Bolehkanmu Buat Musik dari Teks

Membuat Lagu Dengan Fitur Dari Audiocraft
Bisa membuat lagu hanya dengan bermodalkan teks

Kembali Meta membuat heboh di dunia kecerdasan buatan, kali ini dengan memperkenalkan AudioCraft, kecerdasan buatan atau AI yang mampu membuat musik hanya bermodalkan teks. Menariknya, AI ini menjanjikan kombinasi audio dan musik dengan kualitas yang menarik untuk dijajal.

Kehadiran dari AudioCraft tentunya akan mudahkan perseorangan atau pemilik bisnis kecil untuk dapat memasukkan musik tanpa harus takut terkena masalah hak cipta yang tentunya cukup sensitif.

Bisa Gunakan Musicgen Dan Audiogen Untuk Membuat Musik
Bisa melalui MusicGen dan AudioGen untuk membuat musik dan suara

Model dari kecerdasan buatan yang difokuskan pada pembuatan musik ini terdiri dari tiga jenis model, di antaranya MusicGen, AudioGen, dan EnCodec, yang semuanya telah dilatih sedemikian rupa untuk mampu hasilkan musik orisinil berdasarkan kumpulan musik  yang dimiliki oleh raksasa Meta.

Implementasi dari kemudahan ini diharapkan akan mampu memudahkan mereka yang tertarik untuk berkecimpung di dunia AI, namun masih belum menemukan hal yang menarik untuk mereka jajal.

Janji akan Dibuat Open-Source

Meta Ai Audiocraft Pembuat Musik
Kemudahan untuk membuat musik dalam genggaman

Menjanjikan kemudahan dalam pembuatan konten tentunya tidak akan menjadi maksimal dan tidak akan berkembang bila aplikasi kecerdasan buatan tersebut tidak dibuat terbuka atau open-source.

Melansir informasi dari laman resminya, walau saat ini distribusinya masih terbatas ke pengembang saja, namun AudioCraft dijanjikan akan dibuat open-source, dan tentunya akan dapat memudahkan pengembangan dan penyempurnaan supaya kecerdasan buatan tersebut menghasilkan musik sesuai instruksi.

Dibuatnya kecerdasan buatan ini menjadi open-source diharap oleh Meta untuk dapat memasukkan referensi dari bahasa lain untuk dapat digunakan tanpa masalah, dan tanpa salah. Tentu saja AI ini diharuskan untuk dapat hasilkan musik yang senatural mungkin.

Artinya, masih membutuhkan waktu yang mungkin tidak sebentar sampai pada akhirnya semua dapat gunakan kemudahan yang dihadirkan oleh Meta ini untuk dapat hasilkan musik yang kita inginkan.

Wah, keren banget yah, brott? Jadi kita bisa buat lagu buat si dia tanpa harus takut suara kita sumbang, hehe!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kolaborasi Blue Archive dengan Bank Korea, Ada Fitur Bisa Dimarahi Yuuka

Kartu Kredit Blue Archive Kolaborasi – Kolaborasi adalah menjadi salah satu cara dalam industri video game untuk menarik lebih banyak jumlah pemain. Biasanya kolaborasi dilakukan dengan franchise video game dari developer maupun publisher lain yang turut hadirkan event dan karakter spesial selama event berlangsung.

Namun tidak sedikit pula pihak developer maupun publisher hadirkan sebuah kolaborasi yang unik dan berbeda dengan kolaborasi video game lainnya. Salah satu contohnya ketika kolaborasi Blue Archive dengan perusahaan bank kartu kredit di Korea. Wait, what?

Kolaborasi Blue Archive dengan Bank di Korea Hadirkan Fitur Unik

Blue Archive
Blue Archive

Informasi ini diumumkan sendiri oleh Nexon Games selaku developer di website resminya. Pada website tersebut diumumkan bahwa game Blue Archive berkolaborasi dengan salah satu perusahaan perbankan di Korea dimana menghadirkan kartu kredit dengan tema spesial dari game Nexon Games ini.

Kalian bisa lihat penampilan kartu kredit bertemakan Blue Archive di bawah ini.

Kartu Kredit Blue Archive
Kartu kredit kolaborasi dengan game buatan Nexon Games

Selain itu, terdapat sebuah fitur menarik yang mungkin menjadi salah satu mimpi para Sensei (sebutan Player). Kolaborasi ini memiliki fitur dimana jika kalian sudah menghabiskan uang dengan nominal tertentu, maka ada notifikasi pesan dari Yuuka untuk meingingatkan Sensei jangan suka boros.

Jika nominal pengeluaran semakin tinggi, maka pesan dari Yuuka akan semakin ngegas dan bilang kepada Sensei untuk bersikap dewasa dan lebih bisa mengatur keuangan diri sendiri.

Kalian bisa lihat noitifikasi dari Yuuka dari fitur kolaborasi kartu kredit di bawah ini.

Kolaborasi Blue Archive
Pengen juga dimarahi sama Yuuka Paha 100kg

Tentu saja pengumuman ini membuat para Sensei di luar Korea menjadi salty. Kapan lagi coba kalau kalian baru saja jajan dengan nominal besar terus dimarahi sama Yuuka.

Meme Alice Usagi Flap Berhasil Bikin Channel Youtube Max0r Ikut Ketagihan

Meme Alice Dance
Meme Alice Dance

Berbicara mengenai Blue Archive, baru-baru ini diketahui pemilik channel Youtube Max0r mengungkap bahwa dirinya ketagihan dengan meme Alice Dance dengan lagu Usagi Flap. Dia mengatakan meme tersebut seakan-akan berusaha mencuci otaknya meskipun Max0r sendiri tidak memainkan gamenya.

Kok bisa begitu? Baca selengkapnya melalui artikel Gamebrott di sini.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Blue Archive atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Trailer Mortal Kombat 1 Banished Perlihatkan 3 Karakter Ikonik!

NetherRealm Studios (NRS) kembali membuat hype semakin naik kepada para fans dengan merilis trailer Mortal Kombat 1 Banished. Trailer tersebut memperlihatkan 3 karakter yang kini kembali dan serta Kameo untuk game ini.

Pengumuman ini diumumkan pada acara EVO 2023 yang merupakan event game fighting terbesar tahunan. Banyak game yang mengumumkan informasi terbaru mereka disana seperti Tekken 8 yang juga mengumumkan trailer karakter terbaru.

Trailer Mortal Kombat 1 Banished Perlihatkan Karakter Classic Kembali!

Reptile Menjadi Lebih Manusia Di Trailer Mortal Kombat 1 Banished
Reptile Menjadi Lebih Manusia Di Trailer Mortal Kombat 1 Banished

Trailer yang diperlihatkan tersebut menghadirkan beberapa karakter klasik yang ditunggu oleh para fans seperti Reptile. Karakter Ninja Hijau yang merupakan manusia kadal ini merupakan boss rahasia pada game pertama Mortal Kombat.

Sejak saat tersebut pun, Reptile hadir di setiap game Mortal Kombat. dengan kekuatan dari ras kadal yang ia miliki, kini Reptile tampil sangat berbeda dibanding universe sebelum reboot. Kini Reptile bisa berubah wujud menjadi Manusia dan juga kadal.

Selain Reptile, 2 karakter lain juga diperlihatkan kembali ke Mortal Kombat 1 dan saling bertarung yaitu Ashrah dan juga Havik. Kedua karakter ini bertarung dimana Havik jg menggunakan Kameo yang merupakan karakter klasik juga yaitu Sareena.

Ashrah merupakan seorang Demon yang diusir dari Demon Realm dan kini menjadi Demon Hunter pada universe baru ini. Penampilan Ashrah juga cukup berbeda disini dimana dirinya lebih terlihat seperti demon dibanding timeline sebelumnya.

Sementara itu Havik yang merupakan seorang cleric dari Chaos Realm juga kembali pada seri ini. Tidak banyak dijelaskan tentang dirinya namun penampilan Havik cukup berbeda dan gaya bertarungnya yang cukup unik masih tetap ada pada trailer.

Trailer Mortal Kombat 1 Banished Perlihatkan Karakter – Karakter yang Diusir

Ashrah Menjadi Lebih Demon Di Trailer Mortal Kombat 1 Banished
Ashrah Menjadi Lebih Demon Di Trailer Mortal Kombat 1 Banished

Berdasarkan cerita yang ada dalam trailer tersebut, diceritakan bahwa karakter – karakter ini merupakan anggota yang diusir oleh masing – masing groupnya. Dan terlihat juga beberapa karakter mengalami perubahan jalan cerita.

Seperti Reptile yang pada awalnya ingin membangkitkan rasnya kembali. Namun pada timeline kali ini, dirinya diusir oleh clan dirinya dibesarkan karena Reptile memiliki kekuatan yang membuat dirinya bisa menjadi manusia dan berpihak pada Earthrealm.

Sementara itu, Ashrah kini merupakan Demon yang menjadi baik dan memburu Demon, tidak terlalu berbeda dimana pada timeline sebelumnya dirinya diburu dan melawan sehingga menjadikannya seorang demon hunter.

Untuk Havik masih belum banyak dijelaskan karena dirinya merupakan seorang Cleric dari Chaosrealm, dunia yang tidak begitu banyak disentuh oleh NRS sendiri. Mungkin jalan cerita nanti dunia tersebut akan dijelaskan lebih detil lagi.

Mortal Kombat 1 akan rilis dalam waktu dekat, tepatnya pada tanggal 19 September 2023. Game ini juga akan rilis untuk platform PlayStation 5, Nintendo Switch, Xbox Series X, dan juga PC.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Mortal Kombat 1, atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Fatal Fury City of the Wolves Diumumkan di EVO 2023

Fatal Fury City of the Wolves – Fatal Fury atau yang dikenal dengan Garou Densetsu di Jepang merupakan salah satu seri game fighting terbesar dari SNK yang pertama kali memulai debutnya pada 1991 silam.

Sejak saat itu, seri game tersebut terus mendapatkan sekuel dan spin-off, sampai akhirnya ‘beristirahat’ pada 1999 karena SNK hampir bangkrut.

Pada akhir tahun 2010-an dan awal tahun 2020-an, beberapa seri game fighting SNK kembali ‘hidup’ seperti Samurai Shodown pada 2019 dan The King of Fighters 15 pada 2022 kemarin.

Kini setelah dua game tersebut, SNK resmi menghidupkan kembali seri Fatal Fury setelah tertidur sejak Garou: Mark of the Wolves dirilis pada akhir tahun 90-an.

SNK Umumkan Fatal Fury City of the Wolves di EVO 2023

SNK Umumkan Fatal Fury City of the Wolves
Game baru Fatal Fury baru saja diumumkan di EVO 2023

Diumumkan di EVO 2023, game terbaru berjudul Fatal Fury City of the Wolves. Game tersebut diumumkan via trailer singkat berdurasi 1 menitan yang menampilkan sedikit cuplikan gameplay dari karakter Terry Bogard dan Rock Howard.

Pakaian ikonik Terry dari Garou: Mark of the Wolves tampak dipertahankan, begitu pula dengan Rock yang masih mengenakan pakaian klasiknya.

Selain itu, keduanya juga masih menguasai gerakan khas mereka yaitu Power Wave untuk Terry dan Reppuken untuk Rock. Meski hanya mereka yang terlihat secara visual, jika dilihat dari suara di awal trailer, Fatal Fury City of the Wolves tampaknya juga akan menghadirkan Mai Shiranui, B. Jenet, Billy Kane, Hotaru Futaba dan Kain R. Heinlein.

Belum Ada Tanggal Rilis Maupun Konfirmasi di Platform Mana Saja akan Dirilis

SNK Umumkan Fatal Fury City of the Wolves
Masih minim informasi untuk saat ini.

SNK sendiri sejauh ini hanya mengkonfirmasi bahwa game tersebut masih dalam tahap pengembangan dan menyuruh pemain bersabar untuk informasi selanjutnya.

Tidak ada informasi mengenai di platform mana saja game tersebut akan dirilis, namun jika melihat game-game SNK sebelumnya, game itu tampaknya akan dirilis di konsol current gen, next gen, dan juga PC

Fatal Fury City Of The Wolves
Tentu saja game akan diimplementasikan fitur rollback netcode

Disamping itu, Fatal Fury City of the Wolves sepertinya juga akan mengimplementasikan rollback netcode sama seperti game-game SNK lainnya, untuk pengalaman bermain secara multiplayer yang lebih mulus dan minim masalah.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Fatal Fury atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Custom Game DOTA 2 Dimatikan, Kreator Ingin Monetisasi Resmi

Custom Game DOTA 2 – Valve menjadi salah satu studio game saat ini yang begitu mendukung keberadaan modder dan juga komunitas. Bahkan bisa dibilang deretan game mereka mulai dari DOTA 2, Counter Strike: Global Offensive, dan Team Fortress 2.

Game-game tersebut hinggat saat ini masih terus eksis berkat komunitasnya yang setia sediakan konten untuk ketiga game tersebut. Belum lagi setiap harinya kita bisa lihat ada banyak gamer terus akitf memainkan game tersebut.

Bicara soal DOTA 2, game MOBA tersebut miliki arcade mode yang merupakan konten custom di mana para komunitas dapat bagikan mode game ciptaan mereka sendiri.

Arcade menjadi tempat di mana Auto Chess lahir sebelum menjadi game standalone sendiri dari sang developer Drodo dan menginspirasi Teamfight Tactic garapan Riot Games.

Valve Matikan Monetisasi Custom Game DOTA 2

Custom Game DOTA 2
Valve Matikan Monetisasi Custom Game DOTA 2

Membuat custom game ini tentunya tidak mudah. Waktu, listrik, dan juga ide kreatif dikeluarkan untuk ciptakan sebuah permainan yang sesuai limitasi dari game DOTA 2 itu sendiri. Maka wajar-wajar saja apabila developer ingin memonetisasinya lewat microtransaction.

Karena tidak ada dukungan langsung dari Valve, banyak developer dari custom game ini menggunakan sistem pembayaran pihak ketiga seperti Paypal untuk menerima dukungan finansial dari pemain.

Namun semakin lama sistem monetisasi ini semakin dibuat rakus dan terkesan pay-to-win yang perlahan mencemari reputasi arcade mode di pandangan komunitas DOTA 2.

Pada awal bulan Agustus ini, Valve meminta semua bentuk monetisasi di Arcade segera diberhentikan, membuat banyak custom game terpaksa untuk setop transaksi mereka. Hal ini mendapat respon campur aduk dari komunitas dan juga developer dari custom game itu sendiri.

Sebagian memuji keputusan Valve karena mereka merasa terganggu dengan sistem pay-to-win yang dilakukan oleh banyak developer game di Arcade.

Tetapi di sisi lain, developer melakukan protes untuk memberhentikan custom game secara keseluruhan karena tak ada lagi sumber uang yang dapat digunakan untuk operasional.

Kreator Custom Game Harap Ada Solusi Resmi dari Valve

Image 6
Custom Game Dota 2

Salah satu di antaranya ialah Overthrow yang kini memasuki tahap blackout setelah keputusan pencabutan monetisasi dari Valve. Developer Overthrow meminta gamer untuk mengirim pesan ke email Gabe Newell dan tim developer DOTA 2 untuk memprotes keputusan mereka.

User LuminanceGayming membuat pesan terbuka kepada Valve yang di mana mereka meminta semacam akomodasi dari Valve atas situasi monetisasi ini.

Dia jelaskan bahwa mereka tak mau melakukan monetisasi wild-west lewat Paypal atau Patreon yang mereka lakukan saat ini. Tetapi di waktu yang sama operasional custom game memerlukan dana dan begitu juga tim developer yang mengembangkannya.

Monetisasi Custom Game Dota 2
Banyak kreator ingin Valve hadirkan monetisasi resmi

Mereka ingin ada cara resmi untuk mereka mendapat uang dari kreasi mereka layaknya yang Valve lakukan selama ini kepada konten skin DOTA 2, CSGO, dan Team Fortress 2.

Hal serupa disampaikan oleh youtuber, influencer DOTA sekaligus desainer custom game Ability Arena yakni SUNSfan dan Jenkins. Keduanya jelaskan bahwa mereka sempat bertemu dengan karyawan Valve saat pengembangan Ability Arena dan meminta perusahaan melakukan sesuatu terkait monetisasi secara resmi untuk game di Arcade.

Namun pada akhirnya tidak ada hasil dan bagi mereka Valve sekedar tidak mau menyumbangkan tim untuk lakukan sesuatu terkait mode tersebut.

Menariknya ialah Valve sempat melakukan monetisasi resmi, tetapi hanya terhadap beberapa custom game saja seperti Auto Chess, Element TD, Realm of Chaos, Roshpit Champions, dan Crumbing Island.

Maka mengapa mereka tidak ingin teruskan hal tersebut untuk kumpulan custom game “niat” lainnya masih menjadi tanda tanya untuk komunitas dan juga developer custom game.


Baca pula informasi Gamebrott lainnya tentang DOTA 2 beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Rumor Xbox Series X Digital Edition Disiapkan oleh Microsoft

Xbox Series X Digital Edition – Terlepas dari fakta bahwa Microsoft mengklaim jika Xbox telah kalah di perang konsol, tidak dapat disangkal jika Xbox Series X/S menuai kesuksesannya sendiri.

Beberapa waktu yang lalu, Microsoft mengumumkan bahwa konsol generasi terbaru itu mencatatkan rekor jumlah pemain bulanan selama tahun fiskal 2023.

Microsoft menyebut jika pertumbuhan itu tak lepas dari andil game-game pihak ketiga yang dirilis di Xbox Game Pass. Dengan kontribusi game digital di Xbox Game Pass, Microsoft sepertinya tertarik untuk mengimplementasikan itu kedalam konsol terbaru mereka.

Microsoft sedang Siapkan Xbox Series X Digital Edition

Xbox Series X Digital Edition
Bakal ada Xbox Series X versi Digital?

Pada salah satu episode di XboxEra Podcast, pembawa acara sekaligus leaker kenamaan – Shpeshal Nick melaporkan jika Microsoft saat ini tengah mempertimbangkan Xbox Series X Digital Edition.

Salah satu sisi menarik dari konsol tersebut nantinya adalah ukuran yang lebih kecil karena tidak lagi memiliki disc drive. Untuk tanggal rilis, konsol itu ditargetkan untuk meluncur pada 2025 mendatang.

xbox series s selamat dari kebakaran
Xbox Series

Sejauh ini hanya Xbox Series S yang memiliki versi digital, namun perbedaan spesifikasi membuat banyak pemain berpikir dua kali sebelum membeli konsol tersebut. Hal itu menjadi salah satu kelemahan Xbox dibanding PlayStation, di mana PS5 berbagi spesifikasi yang sama tidak peduli pada versi dengan disc drive maupun tanpa disc drive.

Sony dan Nintendo juga Dikabarkan Tengah Kembangkan Konsol Baru

Microsoft Sedang Siapkan Xbox Series X Digital
Sony dan Nintendo juga mempersiapkan konsol baru

Microsoft memang belum memberi respon apapun terkait rumor itu namun menarik untuk melihat bagaimana kedepannya mengingat kompetitor seperti Sony dan Nintendo, juga dikabarkan sedang menyiapkan konsol baru.

Jika Nintendo disebut-sebut sedang mengembangkan Nintendo Switch 2, Sony disisi lain dirumorkan tengah menggarap PS5 Pro. Konsol tersebut dilaporkan akan dilengkapi dengan spesifikasi yang lebih tinggi, kemampuan ray tracing yang lebih mumpuni dan tanggal rilis pada November 2024.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Xbox Series X atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Red Dead Redemption 1 Rilis Ulang di PS4 dan Nintendo Switch

Red Dead Redemption 1 PS4 – Beredarnya rumor mengenai keberadaaan game Red Dead Redemption terbaru menjadi perbincangan hangat di kalangan gamer belakangan ini. Banyak fans yang menduga bahwa Rockstar selaku developer tengah mengerjakan versi terbaru dari game yang rilis di tahun 2011 tersebut.

Kini, spekulasi gamer pun akhirnya terjawab. Rockstar baru saja resmi mengumumkan bahwa game Red Dead Redemption 1 akan kembali dirilis ulang melalui konsol modern, yakni PlayStation 4 dan juga Nintendo Switch.

Red Dead Redemption 1 Rilis Ulang di PS4 dan Switch

Red Dead Redemption 1 Rilis Ulang
Red Dead Redemption 1 Rilis Ulang, Sambangi PS4 dan Switch

Developer Rockstar Games beberapa waktu lalu baru saja merilis sebuah trailer baru dari game klasiknya yang bertajuk Red Dead Redemption. Kehadiran game resmi akan kembali rilis melalui konsol PlayStation 4 dan juga Nintendo Switch.

Perilisan game juga sudah dilengkapi dengan DLC Undead Nightmare beserta dukungan berbagai bahasa. Game akan mulai tersedia secara digital di PlayStation Store dan Nintendo eShop mulai 17 Agustus mendatang dengan harga $49.99, diikuti dengan versi fisik yang akan meluncur pada 13 Oktober.

Awalnya, kehadiran game diduga merupakan versi remaster, bahkan sebagian juga berspekulasi bahwa game akan hadir dalam bentuk remake. Nyatanya, perilisan ulang ini hanyalah sebuah port, dalam artian bahwa game tidak memiliki perbedaan apapun dengan versi lawasnya yang rilis di PS3 dan Xbox 360.

Versi Xbox dan PC Belum Ada Kabar

Red Dead Redemption 1 Rilis Ulang 1
Versi Xbox dan PC Belum Ada Kabar

Semenjak rumor beredar, salah satu yang dinantikan oleh fans adalah kehadiran game di platform PC. Sayangnya, harapan tersebut hingga kini belum dapat tersampaikan. Belum ada pernyataan pasti dari Rockstar terkait rilisnya game di platform PC maupun Xbox.

Disamping itu, perilisan game di PS4 akan mendukung fitur backwards compability. Sehingga game dapat dijalankan melalui konsol PS5. Hal itulah sepertinya yang menjadi alasan absennya versi Xbox Series X/S yang sejak awal sudah miliki fitur backwards compability ke platform lawasnya.


Baca juga artikel-artikel Gamebrott lainnya terkait Red Dead Redemption serta berita terkini lainnya dari Lauda Ifram. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Square Enix Kecewa Penjualan Final Fantasy XVI Tidak Capai Ekspektasi

Penjualan Final Fantasy XVI – Menjadi salah satu pemuka genre JRPG, kehadiran Final Fantasy XVI menjadi game yang cukup diantisipasi tahun ini. Mengadaptasi tema baru melalui konten yang lebih dewasa dan gameplay lebih berfokus action, perubahan tersebut mampu membuat game menduduki skor 87 di situs Metacritic.

Disamping kesuksesannya, nyatanya developer belum puas dengan pencapaian game. Square Enix menyatakan kekecewaanya melalui jumlah penjualan game yang saat ini dilaporkan belum mampu untuk mencapai ekspektasi perusahaan.

UPDATE 8/8, 12::00 WIB: baru-baru ini kami mendapatkan infromasi lanjutan mengenai tanggapan Square Enix terkait penjualan dari game FFXVI. Informasi tersebut sudah kami lampirkan di dalam artikel

Penjualan Final Fantasy XVI Tidak Mencapai Ekspektasi, Square Enix Salahkan PS5

Penjualan Final Fantasy XVI
Penjualan Final Fantasy XVI Tidak Mencapai Ekspektasi, Square Enix Salahkan PS5

Melalui laporan pendapatan Square Enix, penjualan Final Fantasy XVI memang mengalami peningkatan. Sayangnya kemajuan tersebut belum mampu menutup penurunan pendapatan yang terjun drastis sebesar 79%, dimana berawal dari 14,4 Miliar Yen kini menjadi 3 Miliar Yen.

Melansir dari Bloomberg, Takashi Kiryu selaku president Square Enix menyatakan penjualan yang rendah disebabkan oleh konsol PS5. Ketersediaan konsol yang sempat mengalami kelangkaan menjadi alasan penjualan game belum mampu mencapai target. Terlebih game untuk saat ini hanya tersedia secara eksklusif di platform PS5 saja.

Penjualan Final Fantasy 16 3
Final Fantasy XVI

Kini Square Enix berencana untuk mencoba mendorong kembali penjualan game setelah ketersediaan konsol yang sudah mulai meluas. Final Fantasy XVI juga telah dipastikan untuk rilis di platform PC di masa mendatang, yang diharapkan akan lebih memperluas penjualan.

Standar Square Enix Terlalu Tinggi?

Penjualan Final Fantasy 16 2
Standar Square Enix Terlalu Tinggi?

Dalam beberapa kurun tahun terakhir, Square Enix tak jarang menyatakan kekecewaaannya terhadap sejumlah game yang digarap. Bahkan game yang terbilang sukses seperti Final Fantasy VII Remake dan Guardians of the Galaxy sempat dianggap tak sesuai harapan dalam hal penjualan.

Meski begitu, ekspektasi perusahaan yang tinggi sepertinya bukan hal yang mengherankan. Developer juga tak jarang mendapat kegagalan besar berkat kehadiran game yang dianggap buruk. Seperti Forspoken hingga Babylon’s Fall yang nyatanya memang cukup mengecewakan.

UPDATE (8/8, 12:00 WIB): Masih dalam Ekspektasi Square Enix

Yoshi-P tanggapi hater Final Fantasy 16
FFXVI

Baru-baru ini kami menemukan informasi terbaru terkait penjualan FFXVI tidak mencapai ekspektasi dari Square Enix. Berdasarkan tweet dari David Gibson yang diketahui menghadiri briefing pendapatan Square Enix, hal tersebut kurang tepat.

Menurut informasi yang dia dapatkan di sana, Square Enix mengatakan penghasilan dari FFXVI masih dari jangkauan ekspektasi mereka. Dan mereka merasa performa yang dihasilkan di platform PS5 sebenarnya lumayan bagus.

Itulah informasi mengenai tanggapan Square Enix terkait penjualan FFXVI. Bagaimana menurut kalian? Apakah penjualan FFXVI dirasa kurang bagus bagi Square Enix?


Baca juga artikel-artikel Gamebrott lainnya terkait Final Fantasy XVI serta berita terkini lainnya dari Lauda Ifram. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Ada Trik Rahasia Install Windows 11 Tanpa Bloatware, Microsoft Mungkin akan Berlakukan Fix

Bloatware mungkin adalah salah satu dari beberapa hal menyebalkan dari sistem operasi buatan Microsoft ini. Windows selalu diisi oleh berbagai aplikasi yang tidak pengguna butuhkan dan hanya memenuhkan storage saja.

Tapi, bagaimana kalau sebenarnya ada cara untuk install Windows 11 atau 10 tanpa bloatware? Bukan, ini bukan menggunakan versi Ghost Spectre atau apapun yang dibuat oleh pihak ketiga. Tapi tetap menggunakan file Iso asli Microsoft.

Trik Rahasia Install Windows 11 Tanpa Bloatware Sedang Diinvestigasi Microsoft

install windows 11 tanpa bloatware
Bloatware bagaikan fitur di Windows

Cara menggunakannya pun sebenarnya cukup mudah. Ketika kalian sedang melakukan install Windows 11, yang perlu diperhatikan adalah pada saat memilih region. Kalian harus mengubahnya menjadi English (World) untuk bisa menikmati Windows tanpa bloatware.

Nantinya akan muncul pesan error ‘OOBEREGION’ dan kalian bisa langsung tekan tombol skip saja dan proses penginstalan akan diteruskan tanpa ada kendala. Hasilnya ketika proses instalasi selesai, kalian akan menemukan versi Windows yang bersih dari bloatware dan hanya berisikan aplikasi yang penting-penting saja.

install windows 11 tanpa bloatware
Install Windows 10 dan 11 tanpa bloatware

Hanya saja Microsoft sepertinya sudah mengetahui trik ini dan akan memberlakukan fix. Melansir dari TechRadar, juru bicara Microsoft mengatakan kalau mereka menyadari trik tersebut dan sedang menginvestigasi kejadian ini.

Pengguna Anggap Bloatware Sebagai Kerjaan Tambahan yang Merepotkan

install windows 11 tanpa bloatware
Jumlah bloatware yang cukup banyak

Bloatware memang bukanlah hal yang baru di Windows 11. Sejak beberapa tahun lalu, Microsoft memang sudah memasukkan bloatware aplikasi pihak ketiga seperti game dan aplikasi anti-virus.

Tentu tidak semua pengguna membutuhkan aplikasi seperti ini dan seharusnya pengguna tidak perlu direpotkan dengan aplikasi yang tidak mereka perlukan dan install ketika butuh saja. Alhasil selain membuat storage terpakai untuk aplikasi yang tidak digunakan, juga akan membuat booting Windows jadi lebih lambat.

Maka jangan heran jika ada pihak ketiga yang membuat program tambahan untuk menghapus bloatware. Lebih ekstrimnya lagi, memodifikasi Windows menjadi lebih ringan dengan semua fitur tidak penting dipangkas dari installer seperti kasus Ghost Spectre tadi.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].